Takut Ditangkap, Pelaku Pengeroyokan Terjun Dari Ampera

Pelaku Mardianyah (23) saat ditangkap Team Khusus Anti Bandit (Tekab) 134 Satreskrim Polresta Palembang. Foto/cr2

Palembang – Aksi tak terduga dilakukan Andy Munandar (23). Warga Jalan Gubernur HA Bastari, Kecamatan Seberang Ulu I, Palembang yang merupakan satu dari tiga pelaku kasus pengeroyokan terhadap Ridho Rizky (19), warga Jalan Bungaran V, Kecamatan Seberang Ulu I itu nekat terjun dari atas jembatan Ampera saat Team Khusus Anti Bandit (Tekab) 134 Satreskrim Polresta Palembang hendak melakukan penangkapan.

Hanya saja, aksi yang dilakukan pelaku akhirnya gagal total setelah aparat berhasil membekuknya. Selain Andy, polisi juga membekuk dua pelaku lainnya yakni Mardianyah (23) danAgusman (19). Bahkan, Mardianyah harus merasakan timah panas petugas lantaran berusaha kabur saat akan ditangkap.

Informasi yang dihimpun, aksi pengeroyokan yang dilakukan tiga tersangka terjadi di kawasan pasar 16 Ilir, Selasa (14/11) siang. Pemicunya pun juga sepele. Dimana saat itu, korban yang sedang mabuk diduga tak terima ketika ketiga pelaku melihatnya.

Cekcok mulut antara korban dan tiga pelaku pun tak dapat dihindarkan. Namun, saat itu keributan tak semakin meluas setelah warga sekitar berhasil melerainya.

“Dia (Ridho) waktu itu sedang dalam keadaan mabuk. Dia tak senang ketika saya melihat wajahnya dan dia marah-marah. Memang sempat ribut, tapi dilerai warga,” kata Andy saatmenjalani pemeriksaan di Mapolresta.

Lantaran masih kesal dan dendam, pelaku Andy pun langsung membeli pisau di pasar tersebut. Tidak hanya itu, pelaku Andy juga mengajak kedua temannya Mardianyah dan Agusman untuk membantu melakukan pengeroyokan terhadap korban.

“Karena takut, saya pun membeli pisau di pasar itu. Kemudian saya meminta Mardianyah untuk menusuknya,” jelasnya.

Sementara tersangka Mardianyah mengaku, kalau dirinya hanya disuruh Andy untuk melakukan penusukan terhadap korban.

“Saya memang menusuknya dua kali. Pisau itu Andy yang membelinya, tapi bukan saya yang menyuruhnya,” aku Mardianyah.

Dia mengatakan, sebelum kejadian itu dirinya sempat menasehati Andy untuk tidak memperpanjang masalah tersebut. Akan tetapi Andy terus memaksanya untuk melakukan penusukan itu.

“Saya juga tidak tahu kalau jadi begini. Padahal saya sudah menasehatinya. Saya juga khilaf,” tuturnya.

Sedangkan, Agusman berkilah jika dirinya terlibat dalam pengeroyokan itu.

“Saya hanya melihat saja. Saya tidak ikut memukul juga,” kilahnya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polresta Palembang, Kompol Yon Edi Winara mengatakan, penangkapan itu dilakukan setelah pihaknya mendapatkan laporan dari warga terkait kasuspengeroyokan tersebut. Saat itu, polisi langsung bergerak cepat melakukan pengejaran terhadap ketiga tersangka.

“Saat dilakukan pengejaran, ketiga pelaku langsung kabur ke atas jembatan Ampera. Satu pelaku juga nekat berusaha kabur dengan melompat ke sungai dari atas jembatan itu, namun berhasil kita tangkap. Sedangkan satu pelaku lainnya kita lumpuhkan karena melawan,” ujar Yon.

Saat ini, lanjut Yon, ketiga tersangka masih dalam pemeriksaan pihaknya.

“Diduga memang ada selisih paham, saat ini masih kita periksa. Yang jelas ketiganya kita jerat dengan pasal 170 KUHP dengan ancaman 7 tahun penjara,” tegasnya. CR2/die