Ratusan Guru Honorer K2 Datangi DPRD OI

Ratusan Guru Honorer K2 saat mendatangi DPRD OI. Foto/harry

Indralaya – Ratusan guru sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) yang tergabung kedalam forum guru honorer K2 dari Kabupaten Ogan Ilir (OI) mendatangi Gedung DPRD OI guna mempertanyakan kejelasan nasib mereka. Pasalnya hampir belasan tahun mengabdi sebagai tenaga guru dengan status sebagai honorer, belum juga mendapatkan tunjangan yang layak.

“Tunjangan yang kita terima tergantung dari honor dana Bos, karena masih SK Kepala Sekolah ada yang Rp 75 ribu perbulan dan ada yang hanya 100 ribu perbulan,” ungkap Ketua Forum Guru Honorer, Budi,” Selasa (14/11).

Budi menjelaskan, saat ini jumlah guru honorer K2 yang mengajar di SD dan SMP di Ogan Ilir (OI) berjumlah sekitar 207 orang. Yang mana mereka ini dinyatakan belum lolos untuk menjadi aparatur Sipil Negara (ASN).

“Ada tiga aspirasi yang kami harapkan AGAR dapat diperjuangkan oleh anggota dewan seperti, mendapatkan SK dari bupati, insentif serta diangkat menjadi ASN. Karena kami ada yang sudah mengabdi menjadi guru sejak tahun 2004 dan 2005,” jelasnya.

Ketua Komisi 4 DPRD OI Afrizal didampingi anggota Sevvy Yossa, Amir Hamzah, Rahmadi Djakfar, Rusdi Kadir yang menerima langsung rombongan Forum Guru Honorer K2 tersebut mengakuimemang tanpa jasa dari guru maka tidak ada artinya bagi masyarakat yang ingin mendapatkan pendidikan.

“Namun saat ini sesuai Aturan Aparatur Sipil Negara (ASN) yang baru disebutkan bahwa tenaga honorer tidak secara otomatis dapat diangkat jadi ASN,” ujarnya.

Hanya saja terangnya, setiap kali perubahan pimpinan maka akan ada kebijakan baru. Kendati demikian pihaknya belum bisa memberikan pandangan bagaimana kondisinya kedepan.

Yang jelas saat ini bersama anggota komisi 4 DPRD OI kita akan memperjuangkannya. Paling tidak ada bentuk perhatian dari Pemkab OI terhadap nasib guru-guru honorer,”jelasnya. Korankito.com/harry/ria