Polsri Bakal Buka S3 Vokasi

Direktur Politeknik Negeri Sriwijaya (Polsri) saat memberikan sambutan dalam pembukaan acara ke-24 Dies Natalis Polsri, Selasa (14/11). Foto/ejak

Palembang – Guna menciptakn out put sumber daya manusia (SDM) yang ahli dalam bidang terapan, Politeknik Negeri Sriwijaya (Polsri) bakal membuka program Doktor (S3) vokasi paling cepat dalam waktu dua tahun mendatang.
Direktur Polsri Ahmad Taqwa mengatakan, pembentukan program doktor vokasi merupakan amanat undang-undang, namun dalam realisasinya menemukan berbagai kendala. Perlu adanya benang merah dan kejelasan antara ilmu terapan dan sains, sehingga dapat mengeluarkan SDM yang ahli dibidangnya.
“Untuk membangun program S3 diperlukannya minimal enam orang dosen yang ahli dibidangnya. Syarat ini tentu sangat sulit kita penuhi karena kita membutuhkan dosen yang berkualitas baik,” ujarnya seusai pembukaan acara ke-24 Dies Natalis Polsri, Selasa (14/11).
Taqwa menambahkan, meskipun ada berbagai kendala baik dalam administrasi maupun kendala lainnya, dirinya tetap optimis bisa memiliki program doktor vokasi yang ditargetkan dua tahun mendatang dengan jurusan energi terbarukan. “Saat ini kita masih memaksimalkan program magister vokasi yang ada agar menjadi lebih baik. Setelah program magister berjalan dengan baik baru kita melangkah ke program doktor vokasi,” katanya.
Sementara itu, Kepala Sub Bidang Direktorat Jendral Kemenristek-Dikti Henri Tambunan mengatakan, saat ini Kemenritek-Dikti terus mendorong perguruan tinggi yang mempunyai jurusan vokasi untuk melakukan revitaliasi politeknik. Salah satunya dengan memberikan berbagai bantuan fasilitas dan sarana dan prasaran dengan tujuan agar akreditasi politeknik semakin baik. “Untuk Polsri kita juga mendorong agar membentuk program jurusan Doktor (S3) terapan berbasis lokal. Karena Sumsel memiliki batu bara maka Polsri bisa membuka program doktor ilmu teknologi terbarukan,” ungkapnya.
Dijelaskannya, saat ini Polsri menduduki posisi kedua dalam kategori politeknik pengabdian kepada masyarakat se-Indonesia. Adanya nilai tambah ini menjadikan Polsri tinggal selangkah lagi merubah akreditas dari B menjadi A. “Kita dorong dan kita perbaiki gedung dan sarana dan prasananya. Kita juga dorong agar penjaminan mutu dan akademik semakin baik dengan diberikannya ruang kepada dosen untuk lanjut pendidikan dijenjang lebih tinggi,” paparnya. korankito.com/ejak