Pemkot Seimbangkan Pembangunan Kawasan Ulu dan Ilir

Kabid Perencanaan Pengembangan Wilayah Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah , Maureen Arlini. Foto/rika

Palembang – Pembangunan yang belum seimbang antara kawasan Seberang Ulu (SU) dan Seberang Ilir tentu saja masih menjadi masalah tersendiri bagi Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang. Oleh sebab itu dengan bantuan dari Pemerintah pusat, Pemkot Palembang juga telah merencanakan program pengembangan kota baru di wilayah ulu untuk mengatasi ketimpangan pembangunan ini. Hal ini disampaikan Kepala Bappeda melalui Kabid Perencanaan Pengembangan Wilayah, Maureen Arlini saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (13/11).

Menurut Maureen, tujuan program tersebut untuk membangun kota masa depan yang layak huni, hijau dan cerdas. Dimana itu bisa dilihat dari pembangunan fisik yang akan dikembangkan nanti, keunggulan ekonomi masyarakatnya, kebudayaam lokal, keterkaitan individunya serta manfaat dalam kota itu sendiri.

“Isinya revitalisasi dan pengembangan kota yang berlokasi di Ulu. Ini merupakan salah satu cara mengatasi ketimpangan pembangunan antara Ulu dan Ilir. Yang mana, program ini melibatkan 8 unsur yakni Bappenas, Agraria dan Tata Ruang, Kemendagri, Badan Perencanaan Infrastruktur Wilayah PU PR, Dirjen PUPR, Pemprov Sumsel dan Pemkot Palembang, serta masyarakat,” jelasnya.

Ia menerangkan, beberapa kawasan yang akan masuk dalam program ini nanti kebanyakan berada di Kecamatan Jakabaring. Disamping kawasan tersebut akan menjadi pusat Sport city pada pelaksanaan Asian Games mendatang, Jakabaring juga dinilai masih banyak memiliki kawasan pemukiman kumuh.

“Jadi, program kota baru ini amanah dari Rencana Perencanaan Jangka Panjang Nasional (RPJPN), Pemerintah pusat untuk mengembangkan kawasan Ulu, ini juga telah dituangkan dalam kebijakan Pemerintah nasional. Arahnya sendiri, fokus untuk masyarakat berpenghasilan rendah. Dilain sisi, Pemerintah juga menjadikan program ini sebagai bentuk mengantisipasi laju urbanisasi,” tuturnya.

Sekarang ini, lanjutnya, program tersebut sudah pada tahap DED infrastruktur pemukiman, dan ditargetkan pada 2018 mendatang sudah mulai melakukan pengerjaan fisik. Diketahui, pada program yang bertema Tema Sport, Tourism, Heritage ini menetapkan beberapa kecamatan di Ulu meliputi kawasan SU I, SU II, Plaju dan Jakabaring, dengan luas total mencapai 4.036 Ha.

“Itu berdasarkan luas dalam FGD pertengahan 2017 lalu. Diantara 4 kecamatan ini  prioritas ada dua kawasan yakni Tuan Kentang Heritage dan Kawasan Karang Blango. Ini lantaran kemudahan dalam pelaksanaan dan kesiapan masyarakatnya. Kelancaran pengerjaan fisiknya juga paling bagus disana. Nah, yang kita utamakan dalam program ini yakni perbaikan infrastruktur jalan, drainase, pedestrian, air minum, RTH, Fasilitas dan lainnya,” jelasnya.

Untuk diketahui, ada 10 kota yang terpilih dalam program pengembangan kota baru ini di Indonesia diantaranya, Banten, Pontianak, Padang, Jaya Pura, Sorong, Manado, Sopipi dan Palembang. Terkait dana, Maureen menambahkan hal itu masih tahap perencanaaan di APBN dan diperlukan survey. “Pengerjaan bisa multiyears bisa bertahap mencapai lima tahun. Untuk kota lain seperti Pontianak sudah mulai dilakukan programnya, nah di tahun ini Palembang, Makasar dan Manado,” pungkasnya. korankito.com/rika