Kumpulkan Lima Gubernur Bangun Subkoss

Gerbang Museum Subkoss yang berada di Jl Garuda Lubuklinggau kota. Foto/dhia

 

Lubuklinggau – Walikota Lubuklinggau, SN Prana Putra Sohe akan memanfaatkan kedatangan Ketua MPR RI, Zulkifli Hasan ke Lubuklinggau pada Rabu (15/11) untuk meninjau keberadaan Museum Subkoss yang berada di Jalan Garuda. Orang nomor satu di Bumi Sebiduk Semare itu juga akan meminta Zulkifli Hasan agar dapat mengumpulkan lima gubernur se-Sumbagsel untuk membangun Subkoss sehingga menjadi bangunan  bagus.

“Kita akan ajak beliau meninjau Museum Subkoss. Agar Linggau menjadi pusat Subkoss. Kita minta tolong kiranya dapat mengumpulkan lima gubernur se-Sumbagsel untuk membangun Subkoss untuk menjadi bangunan yang bagus,” katanya usai acara Rakor tingkat Kota Lubuklinggau di gedung kesenian Pemkot Lubuklinggau, Selasa (14/11).

Nanan berharap, Zulkifli Hasan mampu mengumpulkan lima gubernur yakni Sumsel, Lampung, Bengkulu, Jambi dan Babel.

“Kita akan ajak beliau meninjau Museum Subkoss. Karena Subkoss salah satu sejarah yang mengangkat tentang Kota Lubuklinggau dan monumen yang bisa untuk menyatukan kelima gubernur. Karena Subkoss artinya museum perjuangan milik lima gubernur. Mudah-mudahan Pak Zulkifli bisa mempunyai inisiatif untuk mengumpulkan lima gubernur,” bebernya.

Selain itu, dalam rakor, Walikota juga mengumpulkan semua pertanyaan dari sejumlah tokoh adat, lembaga dan ketua RT. Salah satu diantaranya yakni pertanyaan dari Kepala Lembaga Adat Lubuklinggau yang meminta dibangun rumah adat di Lubuklinggau.

“Kita akan membangun baru. Selain itu kita minta, mungkin kedepan kalau bisa Batu Urip lama itu akan kita minta di Haritage kan, itu kawasan cagar budaya,” jelasnya.

Sementara itu sebelumnya dalam rakor, Ketua Lembaga Adat Lubuklinggau, Abunawas dihadapan Walkota menyampaikan agar dibangun rumah adat di Lubuklinggau. Karena itu akan menunjukan destinasi daripada adat istiadat Lubuklinggau dan tujuan wisata.

Disamping itu, Abunawas menanyakan mengenai insentif pemangku adat agar di 2018 dapat dianggarkan. Sebab hal itu disampaikannya dihadapan walikota karena banyak anggotanya yang menanyakannya langsung perihal insentif.

“Banyak anggota yang menanyakan kami, bagaimana mengenai insentif,” pungkasnya. Korankito.com/dhia/ria