Tilep Uang Pajak Kendaraan, ASN Samsat Palembang Dicokok Polisi

Oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) yang berdinas di Samsat Kota Palembang (Topi merah) harus ditangkap lantaran nekat menggelapkan uang pajak kendaraan. Foto/dhia

Lubuklinggau- Oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) yang berdinas di Samsat Kota Palembang yakni Ganta Yudha (34) harus mendekam di sel tahanan sementara setelah dicokok Unit Reserse Kriminal (Reskrim) Mapolsek Lubuklinggau Timur, saat berada di tempatnya bekerja.

Pria yang tinggal di Jalan Depati Said, Kelurahan Pelita Jaya, Kecamatan Lubuklinggau Barat I, Kota Lubuklinggau ditangkap lantaran nekat menggelapkan uang pajak kendaraan milik Bambang Teguh Prasetyo (39) dan Tarmizi (36). Keduanya warga Kota Lubuklinggau.

Selain tersangka, petugas juga mengamankan barang bukti sebanyak 29 surat kendaraan dengan rincian 12 kendaraan roda empat dan 11 kendaraan roda dua dari Kota Lubuklinggau. Sedangkan, dari Kota Palembang mengamankan sebanyak empat surat kendaraan roda empat dan tiga roda dua.

Disamping itu, petugas juga mengamankan surat Bukti Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB) sebanyak tujuh buah. Dua dilakukan penyitaan karena berkaitan dengan laporan para korban, sementara limanya masih dalam proses pengembangan.

Kapolres Lubuklinggau AKBP Hajat Mabrur Bujangga melalui Kapolsek Lubuklinggau Timur AKP Hadi mengatakan penangkapan tersangka menindaklanjuti laporan kedua korban.

Ia mengatakan, modus operandi yang dilakukan pelaku dengan cara menjanjikan korbannya bisa menyelesaikan pengurusan surat kendaraan selama tiga bulan. Kemudian, kedua korbannya menyetorkan biaya mutasi dan BBN-KB ke loket pembayaran kantor Samsat Lubuklinggau.

Ternyata, lanjut Kapolres, setelah menyetorkan uang dan menunggu selama tiga bulan tidak ada kabar berita dari Ganta. Merasa tidak beres, Bambang bersama Tarmizi melaporkan aksi penipuan yang dilakukan tersangka ke Mapolsek Lubuklinggau Timur.

“Kita lakukan penyelidikan dan menangkap pelakunya. Saat ini dia masih dalam pemeriksaan oleh anggota kita,” kata Kapolsek saat gelar perkara dan barang bukti di Mapolsek Lubuklinggau Timur, Senin (13/11) siang.

Akibat perbuatan tersangka. Korban Bambang mengalami kerugian uang sebesar Rp5,5 juta dan satu BPKB mobil Suzuki Escudo nopol BG 1126 AT. Sedangkan Tarmizi mengalami kerugian uang Rp4,5 juta serta satu lembar BPKB dan STNK asli mobil Toyota Avaza nopol BG 1732 RC.

Sementara itu, tersangka mengaku baru satu tahun ini menjalankan aksinya. Ia mengatakan bukan melakukan penggelapan seperti yang dilaporkan para korban.

“Hanya mis komunikasi saja. Mereka tidak puas dengan pengurusan saya Pak. Kalau motor biayanya sekitar Rp2 juta, sedangkan mobil berkisar Rp10 juta,” katanya.

Ganta mengatakan, dirinya melancarkan aksinya sendirian tidak melibat orang lain. “Jadi karena wajib pajak ada yang menyetor dengan mencicil, uangnya terpakai oleh saya. Makanya itu, tidak selesai dalam waktu tiga bulan seperti dijanjikan,” pungkasnya. Korankito.com/dhia/depe