Sidang Pemeriksaan Lapangan Hotel Ibis Digelar

 

Hotel Ibis, di Jalan Letkol Iskandar, Kelurahan 15 Ilir, Kecamatan IT I Palembang. Foto/depe

Palembang- Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Palembang menggelar sidang pemeriksaan lapangan di lokasi proyek pembangunan Hotel Ibis, di Jalan Letkol Iskandar, Kelurahan 15 Ilir, Kecamatan IT I Palembang, Senin (13/11) sekitar pukul 09.00.

Sidang pemeriksaan lapangan ini digelar, terkait gugatan PT Sebangun Bumi Andalas kepada Pemkota Palembang untuk membatalkan Izin Mendirikan Bangunan yang sudah diterbitkan dengan nomor perkara : 58/G/2017/PTUN. PLG.

Persidangan yang dipimpin Ketua Mejelis Hakim PTUN Palembang Darmawi tersebut dihadiri pihak tergugat Pemkot Palembang yang diwakilkan Kasubag Bantuan Hukum Imam Ilham, pihak Intervensi PT Indo Citra Mulia, serta penggugat PT Sebangun Bumi Andalas.

Setiba rombongan di lokasi, langsung meninjau titik-titik yang dijadikan sengketa oleh kedua belah pihak. Tak ayal, kurang dari dua jam memeriksa dan mendengarkan keterangan dari pihak bertikai, rombongan PTUN Palembang mengakhiri persidangan.

“Kami sudah melihat keadaan disini termasuk objek fisiknya. Segala pihak terkait sudah kami tanyakan dan data sudah kami dapatkan,” kata Majelis Hakim PTUN Palembang Darmawi ketika dimintai konfirmasi oleh awak media di lokasi pembangunan.

Untuk keputusan, lanjut Darmawi, masih ada beberapa proses sidang lanjutan kedepannya yakni, mendengarkan pembuktian dari penggungat dan tergugat, keterangan saksi dan terakhir barulah kesimpulan.

“Hasilnya nanti, siapa benar atau salahnya masih kita pertimbangkan. Saat ini masih menunggu bukti yang belum masuk. Untuk saksi, kedua belah pihak dapat menghadirkannya nanti, di persidangan berikutnya,” kata Darmawi.

Sementara itu, pihak tergugat Pemkot Palembang melalui Kasubag Bantuan Hukum Imam Ilham mengatakan usai sidang lapangan ini pihaknya akan mempersiapkan bukti-bukti untuk dipersidangan selanjutnya.

“Kami akan siapkan bukti dan data-datan pendukung lainnya. Kita fokus dengan gugatan yang diajukan oleh tergugat,” ungkapnya.

Disisi lain, pihak Intervensi PT Indoi Citra Mulia melalui Kuasa Hukumnya Etty Agustina menerangkan, sejak awal terjadinya permasalahan ini pihaknya sudah menjalin komunikasi dengan pihak penggugat.

“Yang mana. Komunikasi itu sudah dituangkan dalam bentuk kesepakatan untuk ganti rugi bangunan yang beridiri. Namun, seiring berjalan masuklah gugatan PTUN yang meminta untuk membatalkan Izin Mendirikan Bangunan,” ujar Etty.

Masih dikatakan Etty, kedepan pihaknya akan menyiapkan bukti untuk di persidangan selanjutnya. “Kesepakatan itu tertulis, dan sudah diterima oleh pihak penggugat dan itu bakal dijadikan bukti. Betul, meminta dibatalkan IMB hanya satu objek itu saja,” katanya.

PT Sebangun Bumi Andalas selaku penggugat yang disampaikan oleh Kuasa Hukum Iir Sugiarto mengatakan, tuntutnya dalam gugatannya ingin Izin Mendirikan Bangunan Hotel Ibis dibatalkan oleh Pemkot Palembang.

“Hakim tadi ingin melihat langsung, jadi melakukan pemeriksaan setempat dan tadi sudah dilakukan. Diakui oleh Hans Saipul selaku Project Manajer bahwasannya ada kerusakan bangunan klien kami yang dampak dari pembangunan yang mereka lakukan,” ujarnya.

Ia menambahkan, menurut kuasa hukum pihak intervensi mengaku memberhentikan pembangunan dikarenakan hati nurani. “Tapi langsung disanggah pihak tergugat, dalam hal ini Pemkot Palembang,” pungkasnya. korankito.com/depe