Ribut Antar Siswa, Satu Meregang Nyawa

Rumah pelaku E (17) yang dihancurkan oleh warga, karena menghabisi nyawa Randi Afrizal (17). Foto/rodi

Empatlawang – Randi Afrizal (17), pelajar kelas XI salah satu Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 2 Kabupaten Empatlawang, harus meregang nyawa di tangan rekannya sendiri, Senin (13/11) siang.

Korban Randi tewas diduga akibat hantaman benda tumpul yang dilayang pelaku oleh E, remaja yang diketahui merupakan pelajar di SMK yang sama.

Informasi dihimpun, kejadian itu bermula ketika pelajaran di sekolah tersebut sudah usai. Saat hendak pulang, rupanya terjadi keributan antara korban dan pelaku. Bahkan, keributan itu pun semakin meluas hingga ke parkiran sekolah.

Diduga sudah gelap mata, pelaku E pun akhirnya menghantam korban dengan benda tumpul. Meski sempat dilarikan ke Rumah Sakit Daerah Pendopo, namun nyawa korban tak tertolong.

Kasat Reskrim Polres Empatlawang, AKP Robi Sugara saat dihubungi mengatakan, jika pelaku E sudah diamankan pihaknya.

Saat ini, kata Robi, anggotanya masih melakukan penyelidikan dan pemeriksaan untensif terhadap pelaku.

“Pelaku sudah kita tangkap. Masih dilakukan pemeriksaan. Anggota juga sedang melakukan olah TKP. Kita belum mengetahui penyebab keributan keduanya. Nanti kabar lebih lanjut akan kita infromasikan,” singkat Robi.

Kepala Sekolah SMK Negeri 2 Empatlawang, Mahsun membenarkan adanya kejadian tersebut. Hanya saja, dirinya tidak mengetahui pasti kronologis kejadian tersebut.

“Benar ada kejadian tersebut, namun saya tidak mengetahui pasti kronologisnya. Saya baru pulang rapat di UPTD. Guru-guru lain masih melayat ke rumah korban,” kata Mahsun.

Dirinya pun sangat menyesalkan adanya kejadian tersebut.

“Kami sangat berharap ini ditindak agar tidak ada lagi kejadian serupa,” harapnya.

Terpisah, pasca kejadian, kondisi di Desa Gunung Meraksa Baru yang merupakan tempat tinggal pelaku bersama orang tuanya sempat mencekam setelah adanya keributan tersebut. Ratusan massa yang geram akan aksi itu langsung mendatangi rumah pelaku dan menghancurkan motor, mobil, dan rumah kediaman keluarga pelaku. korankito.com/rodi/die