Ratusan Wanita OKI dan OI Ajukan Cerai

Salah seorang wanita saat melakukan pendaftaran perkara cerai di Pengadilan Agama Kayuagung. Foto/endri

OKI – Sepanjang tahun ini (2017) dari bulan Januari hingga Oktober, terdata  ratusan wanita di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI)  dan Ogan Ilir (OI) ajukan gugatan cerai di Pengadilan Agama (PA) Kayuagung. Gugatan cerai tersebut sebagian besar dipicu oleh alasan ekonomi dan perselingkuhan.

“Berdasarkan permohonan perkara yang masuk tahun ini dari Januari hingga Oktober tercatat 660 perkara cerai gugat atau perempuan yang ajukan gugat. Lalu untuk permohonan perkara cerai talak atau suami yang ajukan talak tercatat 218 perkara,” ungkap Ketua PA Ikhsan SH MA, melalui Humasnya M Syarif SHi MH.

Dikatakannya, adapun penyebab atau alasan pasangan suami istri mengajukan permohonan cerai cukup beragam. Tetapi rata-rata penyebab pasangan mengajukan cerai adalah dipicu faktor ekonomi, kehadiran orang ketiga atau selingkuh, kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), narkoba, krisis moral termasuk memang sengaja meninggalkan.

“Usia yang mengajukan permohonan perceraian kebanyakan usia produktif yakni usia dibawah 30 tahun,” tandasnya.

Sesuai dengan tahapan dari perkara yang masuk, lanjutnya, pihak pengadilan terlebih dahulu melakukan tahapan mediasi dan setelah tidak menemukan kesepakatan baru digelar sidang hingga akhirnya diputuskan.  “Setelah dilakukan mediasi ada yang berhasil bersatu kembali dan ada juga yang lanjut hingga diputuskan sidang perceraiannya, ” pungkasnya. korankito.com/endri