Futsal Masih Tunggu Kelengkapan Syarat

Ketua Panitia Pelaksana Cabor Futsal, Islah Taufik Effendi. Foto/nisa

Palembang – Panitia Porprov cabang olahraga (cabor) futsal masih menunggu beberapa kontingen yang belum melengkapi persyaratan atlet futsalnya seperti Kartu Tanda Penduduk (KTP), dan kartu keluarga (KK).

“Kami masih menunggu kelengkapan persyaratan dari kontingen. Mudah-mudahan semua cepat beres, karena 16 November besok kita sudah technical meeting dan 19 November laga perdana sudah dimulai,” kata Ketua Panitia Pelaksana Cabor Futsal, Islah Taufik Effendi, Senin (13/11).

Diketahui, sejauh ini sudah tercatat sebanyak 20 klub futsal akan meramaikan Porprov yang akan digelar pada 18-28 November mendatang. Dimana dari 20 klub tersebut, 7 klub diantaranya merupakan tim putri.

20 klub tersebut merupakan kontingen dari Banyuasin, Empat Lawang, Mura, Ogan Ilir, Lubuklinggau, Lahat, Muba, OKI, Pagaralam, Palembang, Prabumulih, Pali, dan OKU.

“Jumlah peserta mengalami peningkatan dari Porprov X di Lubuklinggau 2015 yang totalnya hanya 12 kontingen,” kata Islah, Senin (13/11).

Islah mengatakan, untuk futsal putri memang baru tahun ini digelar.

“Untuk kategori futsal putri ini baru pertama kali diperlombakan,” terangnya.

Untuk kandidat juara, Islah mengaku sulit memprediksinya. Sebab, seluruh tim yang ikut memiliki kekuatan yang sama.

“Kekuatan masih merata. Pada Porprov 2015 final putra Muba lawan Palembang. Namun kami melihat sekarang kekuatan sudah tersebar,” terang pria yang juga politikus ini.

Disinggung soal lapangan Bima Futsal yang digunakan sebagai venue, Islah menilainya masih kurang layak.

“Kami sudah meninjau lokasi, masalahnya Lapangan Bima belum ada ruang ganti pemain. Juga tidak ada ruang istirahat wasit dan pemimpin pertandingan. Namun, jika KONI Sumsel sebagai pihak penyelenggara tetap ingin melaksanakan di Bima tidak apa-apa,” tukasnya. korankito.com/nisa/die