Dua Kilogram Sabu Gagal Beredar di Palembang

Anggota Ditres Narkoba Polda Sumsel saat menangkap tersangka pembawa sabu di Jalan Palembang-Betung, Kabupaten Banyuasin. Foto/waluyo

Banyuasin- Dua kilogram narkoba jenis sabu-sabu gagal beredar di Kota Palembang. Hal ini didapat setelah berhasil diamankan oleh Direktorat Reserse (Ditres) Narkoba Polda Sumsel, saat melintas di Jalan Palembang-Betung, Kabupaten Banyuasin, Sumsel, beberapa waktu lalu.

Selain barang haram tersebut, petugas juga mengamankan dua  warga Batam, Kepulauan Riau yakni Marlina alias Mar (42) dan Raihan Analia alias Rai (27). Sedangkan tersangka lainnya yakni, Afrydo Kurniawan alias Edo (38) warga Kota Palembang.

Tersangka Marlina alias Mar (42) dan Raihan Analia alias Rai (27). Foto/waluyo

Berdasarkan data yang dihimpun, kedua wanita itu membawa sabu melalui jalur darat dengan menumpang bus malam. Setibanya di Kabupaten Banyuasin, Marlina serta Raihan berpindah ke mobil Edo yang sudah menunggu kedatangan keduanya.

Dalam perjalanan menuju Palembang. Kendaraan para tersangka yang sudah digiring oleh anggota Ditres Narkoba Polda Sumsel langsung dipepet hingga terperosok kedalam saluran air. Ketika itulah, itulah ketiga tersangka diringkus serta ditemukan dua kilogram narkoba jenis sabu.

Kepada petugas, tersangka Marlina mengaku nekat membawa barang terlarang itu lantaran terdesak tidak mempunyai uang untuk biaya berobat anaknya. “Kami diupah Rp10 juta, tapi uangnya dijanjikan setelah selesai pekerjaan. Anak saya sakit, jadi tidak punya pilihan lain,” katanya, Senin (13/11) siang.

Disisi lain, tersangka Edo mengaku dirinya hanya diperintahkan oleh seseorang untuk menjemput kedua wanita tersebut. “Saya tunggu di pinggir jalan. Pas baru mau melihat barang itu, saya ditangkap. Upahnya dijanjikan setelah barang sampai,” ungkap Edo.

Kapolda Sumsel Irjen Pol Zulkarnai Adinegara didampingi Direktur Reserse Narkoba Kombes Pol Juni mengatakan, ketiga tersangka diringkus setelah pihaknya menerima informasi yang mengatakan ada pengiriman narkoba dengan jumlah besar.

“Kita lakukan penyelidikan dan berhasil mengantongi identitas para pelaku. Ketika mereka tukar kendaraan di kawasan Banyuasin, mereka diringkus dan ditemukan barang bukti,” ungkapnya.

Sementara itu, sepanjang Oktober hingga November 2017. Ditres Narkoba Polda Sumsel mengamankan sebelas tersangka dan menyita 2.028,77 gram narkoba jenis sabu-sabu dan 643 butir narkoba jenis pil ekstasi.

Dari sebelas tersangka yang ditangkap, dua diantaranya Pegawai Negeri Sipil (PNS). M Ulil Abshor diketahui sebagai oknum PNS di Kementerian Agama, sedangkan tersangka lainnya Harman Dias Firnando merupakan PNS di KPLP Boom Baru.

Seratus butir ineks disita polisi dari tangan Ulil yang diringkus di Jalan Merdeka, tepatnya depan halter RM Sederhana, Kelurahan Talang Semut, Kecamatan Bukit Kecil, Palembang, 27 Oktober ketika menunggu pembelinya datang.

Sedangkan dari Harman, polisi mengamankan 134 butir ekstasi di area parkir Rumah Tahanan (Rutan) Klas I Pakjo, Jalan Inspektur Marzuki, Kelurahan Lorok Pakjo, Kecamatan IB I Palembang, 28 Oktober lalu.

Disamping itu, petugas juga mengamankan Taufik dengan 399 butir ektasi, Awario alias Batok dengan seberat 19,21 gram sabu, dan Satriawan alias Wawan dengan sabu sebanyak 956 gram. Ketiga tersangka diringkus dihari dan lokasi yang berbeda-beda.

“Saya akan berantas jaringan dan peredaran narkoba, hingga wilayah Sumsel bebas. Saya harapkan partisipasi masyarakat untuk memberikan informasi. Karena narkoba ini dapat merusak generasi muda, kita paham betul tidak mudah memberantas sindikatnya, karena jaringan mereka cukup rapi,” tegas Kapolda. Korankito.com/depe