Borong Tujuh Emas, Sumsel Lampaui Target Peparpenas

Foto/nisa

Palembang – Setelah menjalani kompetisi yang cukup sengit akhirnya Kontingen Sumsel berhasil meraih tujuh keping emas, tiga perak dan dua perunggu pada ajang bergengsi multievent Pekan Paralympic Pelajar Nasional (Peparpenas) VIII 2017 di Solo Jawa Tengah.

Atas torehan ini, Sumsel berhasil berdiri tegak dengan posisi delapan besar, naik 14 peringkat dibanding hasil Peparpenas VII di Bandung 2015 lalu. Hasil ini juga menunjukkan capaian target Sumsel untuk membidik 10 besar diajang ini.

“Luar biasa ya, target kita terlampaui bahkan lebih dari itu. Ini adalah capaian bagus dan dipersembahkan oleh anak-anak untuk Sumsel,” terang Ketua Umum NPC Sumsel, Ryan Yohwari, Senin (13/11).

Lanjut Ryan, capaian tersebut menjadi bekal dan potensi yang bagus menuju atlet senior sehingga pengkaderan dan pembinaan atlet menuju Peparnas 2020 di Tanah Papua semakin maksimal.

Capaian ini menurutnya juga sekaligus membuktikan bahwa pembinaan atlet muda di NPC kabupaten/kota berjalan maksimal ketimbang sebelumnya.

“Jadi Peparpenas ditutup malam ini dan Sumsel diposisi delapan. Tinggal bagaimana kita harus mempersiapkan untuk prestasi di Peparnas 2020 nanti di Papua,” jelasnya.

Ryan menilai beberapa main sport yang diikuti dengan para atlet yang didelegasikan turun diajang ini hampir semua mempersembahkan medali. Meskipun cabang olahraga atletik paling banyak mempersembahkan medali emas.

“Dari renang saja kita sudah mengoleksi tiga emas dari M Beijita. Belum yang cabor lain dan saya pikir semua sudah maksimal berusaha,” jelasnya.

Ryan mengakui bahwa kiblat olahraga masih saja dikuasai pulau Jawa. Terbukti dengan tiga kelasmen teratas ditunggangi oleh Jawa Tengah dengan 17 emas, Jawa Barat dengan 13 emas dan Jawa Timur dengan 11 emas.

Sementara itu, M Beijita, Perenang Disabilitas Sumsel yang tengah naik daun menyusul nama Jendy Pangabean ini mengatakan jika di ajang ini tiga nomor yang targetkan tercapai dan naik podium teratas.

“Target saya memang tiga emas sejak awal. Dan akhirnya berkat support dan dorongan semua teman-teman bisa meraih hasil terbaik,” terang Beijita. ril/nisa