Astaghfirullah! Kompak, Pasutri Gasak Kotak Amal Mushola

Pasangan suami istri M Ali Hanafiah (28) dan istrinya Putri Yanti (27) saat ditangkap aparat Polsek Kemuning Palembang. Foto/depe

Palembang- Ada-ada saja yang dilakukan pasangan suami istri ini. M Ali Hanafiah (28) bersama istrinya Putri Yanti (27) begitu kompak dalam urusan membobol kotak amal milik Mushola Amal di Jalan Pelita, Lorong Keluarga, Kecamatan Kemuning Palembang.

Akibat perbuatannya itu, kedua warga yang tercatat tinggal di Jalan Kebun Sayur, Kelurahan Sukamaju, Kecamatan Kalidoni ini harus mendekam di sel tahanan Mapolsek Kemuning Palembang, setelah diserahkan warga kepihak berwajib.

Kepada petugas kepolisian, Ali mengatakan ia bersama istri dan anaknya yang masih berusia satu tahun mendatangi Mushola Amal dengan mengendarai sepeda motor dan berpura-pura hendak menunaikan ibadah sholat ashar.

Melihat situasi aman, dirinya pun membawa kotak amal setinggi satu meter ke pojok ruangan dan mencongkel kunci gembok dengan menggunakan obeng. Setelah terbuka, mereka pun menguras habis isi kotak amal tersebut.

Akan tetapi, ketika hendak membawa kabur uang hasil curian tersebut. Aksinya kepergok anggota Polsek Kemuning yang hendak sholat di lokasi kejadian. Sehingga, keduanya pun tak dapat mengelak dan pasrah digelandang ke kantor polisi.

“Sudah lima kali Pak, di Perumnas, belakang JM Sukarame, KM11, Pakjo dan terakhir di Kemuning. Kalau yang pertama kali di Perumnas Kenten saya sendirian. Waktu itu, kotak amalnya tidak terkunci jadi saya ambil uangnya. Setelah itu, saya ketagihan,” katanya, Senin (13/11) siang.

Ditambahkan tersangka Yanti. Ia nekat ikut suaminya mencuri lantaran tidak mempunyai pilihan lain untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, dikarenakan Ali tidak mempunyai pekerjaan.

“Mau bagaimana lagi Pak. Suami saya menganggur, jadi tidak punya uang untuk makan. Dia pernah maling sekali dan berhasil, jadi saya ikut dengannya supaya lebih lancar. Saya bertugas mengawasi situasi, dia yang mencongkel. Kalau berhasil, uangnya dipakai bayar kontrakan,” ungkapnya.

Sementara itu, Kapolsek Kemuning AKP Robert P Sihombing membenarkan pihaknya telah mengamankan kedua pelaku. Dari pengakuannya sudah lima kali beraksi di wilayah Palembang. “Wilayah hukum Sukarame dua kali, Sako sekali, IB I sekali dan Kemuning,” katanya.

Ia menyebutkan, selain kedua tersangka, pihaknya menyita barang bukti berupa satu buah kota amal masjid, obeng dan kantong plastik warna hitam. “Uang tunai sebesar Rp724 ribu. Tersangka di jerat Pasal 363 KUHP dengan ancaman tujuh tahun penjara,” pungkasnya. korankito.com/depe