12 Puskesmas di Palembang Bakal Buka Pelayanan 24 Jam

Kepala Dinas Kesehatan Kota Palembang Letizia. Foto/rika

Palembang – Demi meningkatkan dan memaksimalkan  pelayanan dibidang kesehatan bagu masyarakat Palembang, Dinas Kesehatan (Dinkes) Palembang melalui 12 Puskesmas yang ada akan mulai membuka pelayanan unit gawat darurat selama 24 jam. Kepala Dinkes Kota Palembang, Letizia menerangkan, tadinya pelayanan ini sudah diterapkan di beberapa puskesmas yakni Gandus, Sei Selincah dan Pembina.
“Untuk lebih memaksimalkan ini, rencananya akan kita tambah sembilan puskemas lainnya yakni puskesmas Makrayu, Padang Selasa, 4 Ulu, Basuki Rahmat, 7 Ulu, 5 Ilir, Kertapati, Sematang Borang dan Alang- alang Lebar. Penerapannya akan kita mulai pekan depan, ” terangnya, Senin (13/11).
Letizia mengatakan, pelayanan di UGD ini tentunya untuk melayani kasus darurat seperti kecelakaan yang membutuhkan pertolongan pertama serta penyakit umum lainnya. Setelah dilakukan pertolongan pertama, jika kondisi pasien tidak bisa ditangani di tingkat puskesmas akan dirujuk ke RS sesuai sistem rujukan.
“Puskesmas yang sudah menerapkan pelayanan IGD cukup membantu, terutama banyak kasus ibu melahirkan, meskipun ada beberapa kasus yang dirawat inap seperti tipes da sebagainya. Kami inginnya semua puskesmas menerapkan pelayanan UGD ini, namun bertahap utamakan puskesmas besar dulu,” imbuhnya.
Terkait persiapan yang dibutuhkan, lanjutnya, yang paling penting itu fasilitas peralatan IGD seperti bed dan SDM yang terdiri dari tiga perawat, satu dokter dan satu supir ambulance yang standby serta petugas puskesmas sekitar yang memback up. “Kami menggunakan shift, untuk yang jaga di IGD,” katanya.
Ditempat yang sama, Sekda Kota Palembang, Harobin Mustafa menambahkan, sehat itu merupakan hak semua masyarakat. Pemkot menginginkan pelayanan mutu kesehatan lebih ditingkatkan, salah satunya mengoperasionalkan pelayanan UGD di puskesmas. “Kalau pelayanan ditingkat puskesmas lebih dimantapkan, bisa mengurangi pasien yang berobat ke RS,” katanya.
Diketahui, demi keamanan, pelayanan ini bekerjasama dengan BPJS Kesehatan, Polresta, Dinas Kominfo dan instansi lainnya. Dimana, pihak Dinkes memegang handphone yang sudah terkoneksi dengan instansi terkait. Harobin berharap, dengan adanya koordinasi, pelayanan kesehatan untuk masyarakat dapat teratasi.
“Tidak hanya pelayanan pengobatan yang ditingkatnya, Pemkot Palembang juga gencar melakukan preventif dan promotif kepada masyarakat. Tujuannya menjadikan masyarakat sehat dan mengurangi angka  pasien yang sakit,” tandasnya. korankito.com/Rika