Mahasiswa Sekap dan Perkosa Pelajar SMA

Korban saat melapor ke SPKT Polresta Palembang. Foto/cr2

Palembang- Nasib malang menimpa LD (16). Pelajar sekolah menengah atas di Kabupaten Ogan Ilir (OI), Sumsel ini harus mengalami trauma berat setelah disekap dan diperkosa oleh pacarnya sendiri berinisial MT yang berstatus sebagai mahasiswa di Kota Palembang.

Tak terima dengan perlakuan itu. Ibu kandung korban SE (43) warga Jalan Lintas Timur Palembang-Indralaya, Kabupaten Ogan Ilir ini mendatangi Polresta Palembang, Minggu (12/11), siang untuk melaporkan MT ke pihak berwajib.

Berita Sejenis

Arisan ‘Online’ Kembali Makan Korban

Melawan, Sumito Ditembak Kawanan Perampok

Pegang Payudara, Dua Pemuda Diamankan Polisi

1 daripada 14

Kepada petugas kepolisian, korban ditemani ibu kandungnya menceritakan kejadiannya berawal darinya menerima pesan singkat terlapor yang meminta dia datang ke rumah kosan di kawasan Opi, Kecamatan SU I Palembang.

Tak menaruh curiga, lantaran telah menjalin hubungan asmara selama enam bulan. Korban mendatangi rumah kosan terlapor, Rabu (8/11) sekitar pukul 09.00.

“Waktu itu mau sekolah, jadi terpaksa minggat. Saya naik ojek dari Indralaya ke Palembang. Karena sudah terlanjur sayang dengan dia, saya mau menemuinya,” ungkap korban memberikan keterangan kepada petugas kepolisian.

Betapa terkejutnya korban setiba di rumah kosan MT. Ia dipaksa terlapor untuk melakukan hubungan badan. Akan tetapi, LD sempat menolak keinginan terlapor dikarenakan belum memiliki ikatan yang sah.

Mendengar tolakan korban, terlapor naik pitam dan marah-marah kepadanya. MT pun langsung mengikat tangan LD keatas kepala serta menutup wajahnya dengan bantal dan kemudian memperkosanya.

“Dia (terlapor) membuka baju dan celana saya Pak, dan memperkosa saya dengan posisi tangan terikat dan wajah saya ditutupi bantal,” ujarnya.

Korban mengaku, selama tiga hari disekap oleh terlapor ia ditiduri sebanyak sepuluh kali. “Selama tidak pulang ke rumah itu, hampir sepuluh kali dia memperlakukan saya seperti itu Pak,” tambah korban.

Sementara ibu kandung korban mengungkapkan, melihat anaknya tak kunjung pulang dirinya pun  mencari keberadaan anaknya. Mulai dari rumah temannya hingga mendatangi rumah-rumah keluarganya.

Bahkan, dirinya pun sempat mendatangi rumah orangtua terlapor yang berada di Jalan Palembang-Prabumulih, Kecamatan Indralaya Utara. Namun hasilnya tetap sama, korban pun tak kunjung ditemukan dan pulang ke rumah.

Hingga akhirnya, SE mengajak keluarga MT pergi ke rumah kosan terlapor secara bersamaan, Jum’at (10/11) malam. Benar saja, saat tiba di lokasi. Ia mendapatkan anaknya sedang di kamar dan disekap oleh terlapor.

“ Saya sudah menduga Pak, setiap kalai anak saya tak pulang kerumah pasti pergi bersama dia. Saya yakin, kejadian ini bukan yang pertama kali melainkan sudah dua kali. Anak saya tidak cerita kalau ditiduri dia, makanya kami lapor kesini,” tambahnya.

Selain itu, SE mengungkapkan anaknya juga sering diperas oleh terlapor. Hal ini diketahui setelah dirinya mengecek uang  di ATM dan sudah habis terkuras. “ Pin ATM ini, hanya anak saya yang tahu. Dan anak saya ini sering dimintai uang oleh dia, kalau dihitung-hitung semuanya hampir Rp 6 juta,” jelasnya.

Masih dikatakannya, ia sempat mendatangi rumah keluarga terlpor untuk meminta pertanggungjawaban. Akan tetapi, tak mau bertanggungjawab dengan alasan  terlapor masih kuliah.

“Saya sudah benar-benar meminta tanggung jawab pak, tetapi keluarganya tidak mau, dengan alasan anaknya masih kuliah. Saya tidak terima masa depan anak saya dirusak oleh dia, minta dia segera ditangkap polisi,” harap SE.

Sementara, Kasat Reskrim Polresta Palembang Kompol Yon Edi Winara melalui KA SPK, Ipda Bambang membenarkan telah menerima laporan korban, “ Laporannya sudah kita terima dan korban juga sudah kita minta untuk melakukan Visum ke RS Bhayangkara untuk melengkapi berkasnya,” pungkasnya. Korankito.com/CR2/depe

AN