Tega, Ibu Jual Bayi Rp 12 Juta?

Yanti saat ditemui di ruang PPA Satreskrim Polresta Palembang. KORANKITO/DEPE.

Palembang- Berdalih masalah ekonomi. Yanti (35) warga Jalan Cianjur III, Kelurahan 5 Ilir, Kecamatan Ilir Timur (IT) II Palembang diduga tega menjual putra kandungnya berinisial HN yang masih berumur dua tahun ke orang lain.

Akibat ulahnya itu, Yanti dan Sri (48) yang diduga menjadi perantara digelandang petugas piket Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) bersama anggota Polsek IT II Palembang ke ruang SPKT Polresta Palembang, Jum’at (10/11) malam untuk menjalani pemeriksaan.

Berita Sejenis

Kasus perdagangan manusia ini terbongkar. Setelah petugas piket SPKT Polresta Palembang menerima laporan dari Yanti bersama suaminya Joni (50) yang mengatakan putranya diculik bulan Oktober.

Merasa curiga. Petugas SPKT Polresta Palembang bersama anggota Polsek IT II Palembang mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan memeriksa beberapa saksi termasuk suami Yanti dan Sri yang merupakan tetangga pelaku.

Setelah memeriksa saksi-saksi, akhirnya terkuak balita tersebut bukanlah diculik. Melainkan diduga dijual oleh Yanti kepada seseorang yang diketahui bernama Cece seharga Rp 12 juta melalui perantara Sri.

Berdasarkan data yang dihimpun, kejadian bermula dari Yanti mendatangi rumah Sri, Oktober lalu. Ia mengeluh tentang masalah ekonomi yang sedang dialaminya dan membutuhkan uang untuk biaya hidup, berobat dan membayar kontrakan rumah.

Kemudian, Sri membantu Yanti dengan cara mencarikan orang yang bisa menyelesaikan masalahnya tersebut. Cece pun memberikan uang sebesar Rp 12 juta secara bertahap, pertama Rp 10 juta dan kedua Rp 2 juta.

Selang dua minggu kemudian, Sri mendatangi rumah Yanti dan mengambil HN yang ketika itu sedang diasuh oleh kakak perempuannya Jessica (11) dengan alasan akan dibawa ke dokter untuk berobat.

Joni yang tidak lagi tinggal serumah, mendatangi kediaman Yanti untuk melihat kedua anaknya. Betapa terkejutnya, Joni mendengar cerita dari Jesicca bahwa adik kandungnya sudah dijual oleh Yanti.

Ditemui di ruang Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polresta Palembang. Yanti mengaku dirinya mendatangi rumah Sri meminta bantuan dicarikan uang untuk membayar uang kontrakan, makan sehari-hari dan berobat HN yang sedang sakit.

“Saya pinjam uang untuk biaya berobat, makan dan kontrakan rumah. Lalu, diberikan oleh teman dia (Sri) yang bernama Cece Rp 10 juta. Lalu, anak saya dibawanya dan tak dipulangkan,” kata Yanti memberikan keterangan kepada awak media.

Ia menyebutkan, dua minggu kemudian. Dirinya kembali menanyakan putra kesayangannya itu. “Pas, kesana. Saya diberikan uang tambahan sebesar Rp 2 juta lagi oleh Sri,” ucapnya linglung.

Masih dikatakan Yanti. Sri yang menyuruh temannya Cece untuk membawa anaknya dan diberikan uang. “Dia yang menyuruh saya memberikan anak saya Pak. Katanya mau dibawa berobat dan dikembalikan lagi,” jelas Yanti.

Ditempat yang sama, Sri membantah apabila sudah menjadi perantara menjual HN dengan Cece. Ia mengatakan, sebelumnya Yanti mendatangi rumahnya untuk meminjam uang dan berniat menjual anaknya.

“Saya hanya mengenal mereka saja pak dan tidak pernah mendapat uang bahkan saya tidak tau kalau Yanti dapat uang dari Cece,”katanya.

Terpisah, Kasat Reskrim Polresta Palembang Kompol Yon Edi Winara melalui Ka SPK Ipda Wahab membenarkan awalnya Yanti dan Joni mendatangi pengaduan Polresta Palembang, guna melaporkan anaknya yang hilang.

Namun setelah diselidiki dan diambil keterangan, lanjutnya, ternyata Yanti diduga sudah menjual anaknya atas perantara Sri. “Saat ini keduanya sedang dimintai keterangan oleh petugas Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polresta Palembang untuk dilakukan pengembangan lebih lanjut,” tutupnya. Korankito.com/CR2/Depe.

AN