Waduh! Atlet Sumsel Banyak Yang Tak Fokus

Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi KONI Sumsel Syamsu Ramel. Foto/dok

Palembang – Pasca mengikuti Pekan Olahraga Nasional (PON) Jawa Barat 2016 lalu, beberapa atlet Sumsel dinyatakan mengalami penurunan fisik. Hal itu dikatakan Kabid Pembinaan dan Prestasi KONI Sumsel, Syamsu Ramel, Jum’at (10/11).

Pria yang akrab disapa Ramel ini mengungkapkan, tercatat 60 atlet dari 15 cabor yang dilakukan tes fisik Agustus 2017 lalu, rata rata dari mereka mengalami penurunan fisik. Dimana menurutnya, ada berbagai faktor yang memicu hal itu terjadi.

Berita Sejenis
1 daripada 14

“Kondisi fisik setelah PON memang adanya penurunan fisik. Hampir rata-rata atlet mengalaminya. Faktornya bisa jadi karena mereka belum fokus sehingga penurunan fisik terjadi,” tuturnya.

Untuk itu, dengan terbentuknya program Sriwijaya 2020 yang telah berjalan selama 9 bulan belakangan ini, prestasi atlet diharapkan tidak akan mengalami penurunan. Sebab, 60 atlet yang masuk dalam monitor tersebut akan menjadi prioritas utama dalam persiapan PON di Papua tahun 2020 mendatang sekaligus juga disiapkan untuk Kejuaraan Nasional (Kejurnas) di masing-masing cabor.

“Sebenarnya kita sudah bentuk program Sriwijaya 2020. Ini merupakan  bentuk latihan untuk mempersiapkan PON 2020 di Papua, jadi dengan adanya program ini kita harapkan para atlet tetap fokus menggapai prestasi,” ujarnya.

Disinggung mengenai kuota atlet Sumsel yang akan di bina di Sriwijaya 2020, ia mengatakan jika sejauh ini kuota atlet tetap akan ditargetkan seperti PON tahun lalu.

“Sebenarnya untuk kuota kita tidak di batasi, namun kita akan targetkan hampir sama seperti di PON Tahun lalu. Untuk itu pada pembinaan ini akan kita perketat lagi, karena untuk apa banyak kalau tidak fokus,” pungkasnya. korankito.com/nisa/die

AN