Unggulan Teratas Ditumbangkan Anak SMA

Foto/ist

Palembang – Kejutan mulai mewarnai babak perempat final Test Event Tennis Road to Asian Games 2018 yang berlangsung di Stadion Tenis Bukit Asam, Jakabaring Palembang, Jumat (10/11).

Sejumlah petenis yang menempati posisi unggulan bertumbangan. Mereka gagal melaju ke semi final ajang Kejuaraan Nasional Tenis 2017 ini.

Berita Sejenis

Petenis Jatim Borong Juara

Wakil Jawa Timur, Ari Fahresi berhasil menjungkalkan unggulan teratas, Arief Rahman dari Kalimantan Timur. Petenis yang masuk babak utama dengan fasilitas wild card itu mengandaskan peraih medali perak tunggal putra PON 2016 itu melalui pertarungan rubber set dengan skor 4-6 7-5 3-0 ret.

“Saya tak pernah menyangka bisa melaju hingga semi final. Apalagi, di set kedua sudah tertinggal 2-5 setelah kalah pada set pertama. Beruntung lawan mengalami cedera hingga tak bisa meneruskan pertandingan,” tutur Ari, belia kelahiran Sampang (Pulau Madura), 2 Agustus 2002.

Di semi final nanti, siswa kelas X SMA Khusus Atlet Ragunan Jakarta itu akan menjajal ketangguhan unggulan ketiga, Iqbal Bilal Saputra dari Kaltim.

“Pokoknya nothing to lose saja. Main bagus tanpa terbebani hasil akhir,” ucapnya.

Seeded kedua tunggal putri, Fitriani ‘Ani’ Sabatini juga gagal melaju ke babak empat besar. Ani harus mengakui ketangguhan seniornya, Deria Nur Haliza di perempat final.

Deria memenangi duel sesama wakil DKI Jakarta itu melalui laga straight set 6-3 6-2 dan akan meladeni unggulan ketujuh asal Bali, Putu Armini di semi final.

“Saya optimistis bisa menjuarai turnamen ini, namun harus terus beradaptasi dengan lapangan tenis di Jakabaring. Permukaannya agak kasar hingga laju bola menjadi lebih lambat,” tutur Deria yang meraih medali perunggu ganda campuran Asian Indoor and Martial Art Games 2017 di Ashgabat, Turkmenistan ini.

Nasib berbeda dialami kembaran Ani, Fitriana ‘Ana’ Sabrina. Seeded teratas tunggal putri itu tampil perkasa, memupus perlawanan wakil Jawa Barat, Novela Rezha 6-1 6-2. Di semi final, Ana bakal terlibat bentrok sesama petenis asal ibu kota negara, Oxi Gravitasi Putri yang menang susah payah atas Nadya Aulia (Jabar) 6-7(4) 6-4 6-3.

Namun duet Ana-Ani pun terjungkal di nomor ganda putri. Pasangan unggulan pertama itu gagal melangkah ke final setelah menyerah dari ganda gado-gado, Fadona Titalyana (Kalimantan Selatan)/Putri Sanjungan Insani (Kalimantan Utara) 6-4 3-6 [10-12].

Di laga pamungkas, Sabtu (11/11), Fadona dan Putri menantang seeded kedua dari Jawa Barat, Novela Rezha dan Shevita Aulana yang unggul mudah atas duet belia, Felicia Halim danHappiness Beauty Heart (DKI) 6-1 6-1. korankito.com/ril/nisa

AN