Dikasih Map, Mahasiswi PTS Ditembak Dengan Senpira

Korban Winda (21) saat dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Palembang BARI. Foto/cr2

Palembang- Winda (21) mahasiswi perguruan tinggi swasta di Kota Palembang ini harus mengalami luka tembak dibagian perut, setelah dirinya ditembak menggunakan senjata api rakitan (senpira) di kediamannya, Kamis (9/11) sekitar pukul 23.00.

Akibatnya, wanita yang tinggal di perumahan Bougenville, Kelurahan 15 Ulu, Kecamatan SU I Palembang ini harus dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Palembang BARI guna mendapatkan perawatan itensif luka dialaminya.

Berita Sejenis

Arisan ‘Online’ Kembali Makan Korban

Copet Pasar 16 Ilir Tekapar Dipelor Petugas

Melawan, Sumito Ditembak Kawanan Perampok

1 daripada 19

Ditemui di ruang Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polresta Palembang saat membuat laporan ke pihak berwajib. Ibu kandung korban Zuriah (48) mengatakan kejadiannya bermula ketika rumahnya didatangi seorang lelaki dengan menggunakan motor.

“Dia datang dengan mengetuk pagar Pak, sambil membawa map berwarna kuning. Dia memangil-manggil nama anak saya, katanya ada berkas yang ditandatangani,” jelas Zuriah memberikan keterangan kepada pihak berwajib, Jum’at (10/11) siang.

Ia menjelaskan, lantaran takut terjadi hal yang tidak diinginkan dirinya pun sempat enggan membukakan pintu. Namun, dikarenakan pria tersebut terus memanggil-manggil nama korban, hingga akhirnya Zuriah pun menemuinya.

“Sempat mengira dia mau membeli makanan, karena saya jualan di Pasar Induk. Jadi, saya keluar dan dia berkata mau bertemu dengan korban karena ada berkas yang mau ditandatangani,” tambah Zuriah.

Dirinya pun memanggil korban. Sejurus itu juga, Winda menemui pelaku dan pria tersebut memberikan map bewarna kuning. Ketika dibuka korban, ternyata map tersebut kosong, pelaku pun menembakkan senpira dari balik jas hujannya.

“Pas dibuka anak saya, map itu kosong Pak. Pelaku langsung menembakkan pistol dan langsung kabur dengan sepeda motornya. Sekarang korban masih mendapatkan perawatan di Rumah Sakit Bari,” jelas Zuriah.

Ketika ditanya, apakah anaknya terlibat keributan dengan seseorang. Zuriah mengatakan anaknya tidak pernah cerita dan ia tidak mengetahuinya. “Waktu kejadian, dia (korban) sedang mengerjakan skripsi bersama pacarnya,” tuturnya.

Masih dikatakannya. Korban dalam perawatan di RS Palembang BARI, ” Masih dirawat Pak, sekarang mau dirujuk ke Rumah Sakit Muhammad Housen karena alatnya tidak ada,  sementara peluru ya masih bersarang di perutnya,”  jelasnya.

Zuriah berharap, dengan adanya laporan dibuatnya. Petugas dapat menangkap pelaku. “Pengakudan korban, dia pernah melihat pelaku penembakan itu dan saya berharap pelakunya cepat ditangkap,” harapnya.

“Anak saya pernah melihat pelaku yang telah menembak nya, dan saya berharap pelakunya dapat tertangkap, ” harapnya.

Sementara itu, Kapolresta Palembang Kombes Pol Wahyu Bintono Hari Bawono membenarkan adanya kejadian tersebut. Dikatakannya, setelah menerima laporan korban, pihaknya langsung mendatangi tempat kejadian perkara dan mengumpulkan barang bukti.

“Kita sudah melakukan olah tempat kejadian perkara, mengumpulkan bukti-bukti. Termasuk memintai keterangan saksi dan ibu korban. Untuk proyektil, masih berada di dalam tubuhnya,” terang Kapolresta.

Ketika ditanya awak media apa motif yang dilakukan pelaku, orang nomor satu di Kepolisian Kota Palembang ini pun menegaskan masih belum mengetahuinya. “Kita belum tahu, karena masih dalam penyelidikan, untuk pelakunya satu orang,” tegasnya.

Ditambahkan Wahyu. Sebelum menembak korban, pelaku mendatangi rumahnya dengan membawa map bewarna kuning untuk ditandatangani korban. “Ketika diperiksa korban, pelaku menembaknya. Kita juga sita map tersebut untuk barang bukti,” pungkasnya. Korankito.com/CR2/depe

AN