Panitia Porprov: Jangan Ada Dusta Diantara Kita

Ketua Pelaksana Pekan Olahraga Provinsi (Poprov) Sumsel Dhennie Zainal. Foto/dok

Palembang – Pagelaran Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sumsel pada 18 November hingga 26 November 2017 memang memiliki gengsi tinggi. Bahkan, mendekati hari pembukaan Porprov terkuakisu penggunaan atlet luar Sumsel demi meraih gelar juara di sejumlah cabang olahraga (cabor).

Isu tak mengenakan tersebut justru mendapat reaksi dari ketua panitia Porprov 2017, Dhennie Zainal.

Berita Sejenis
1 daripada 14

“Jangan ada dusta diantara kita. Kita minta kejujuran,” kata Dhennie, Kamis (9/11).

Dirinya menjelaskan, sebenarnya pelaksanaan Porprov 2017 lebih kepada ajang silaturahmi dan pencarian bibit atlet Sumsel untuk pelaksanaan PON. Sehingga sedari awal, sudah disepakati bersama jika atlet yang bertanding haruslah putra asli Sumsel.

“Makanya ada persyaratan administrasi berupa KTP, KK, dan ijazah yang harus terpenuhi. Semuanya untuk membuktikan atlet yang bertanding adalah putra putri asli Sumsel. Namun jika ada mutasi, maka haruslah setahun sebelum pelaksanaan,” jelas Dhenie mengingatkan.

Sejauh ini, lanjutnya, memang ada sejumlah atlet yang belum melengkapi berkas.

“Sabtu (11/11) besok adalah waktu deadline lengkapi berkas bagi atlet, kita tunggu sampai malam. Jika mau ikut tanding, silahkan lengkapi berkas yang kurang. Soalnya masih ada saja yang kurang lengkap dengan alasan tertinggal dan sebagainya,” bebernya.

Pihaknya bersyukur pelaksanaan Porprov 2017 sangat bergengsi. Hal ini, kata Dhenie, tidak lepas dari dukungan dari semua Kepala Daerah yang sangat perhatian dengan dunia olahraga.

“Kita lihat semua daerah sangat serius dan fokus untuk Porprov 2017. Semoga nantinya dapat menelurkan atlet-atlet Sumsel berbakat,” tukasnya. korankito.com/nisa/die

AN