Karutan Baru Diminta Evaluasi Jajaran

Serah terima jabatan dari Kepala Rumah Tahanan (Rutan) Kelas I Pakjo Palembang Hensah (Kanan) kepada Kepala Rutan yang baru, Mardan. Foto/die

Palembang – KORKIT

Jabatan Kepala Rumah Tahanan Negara (Karutan) Kelas I, Pakjo, Palembang, mengalami pergantian, Kamis (9/11).

Berita Sejenis
1 daripada 13

Hensah yang kurang lebih baru tujuh bulan menjabat sebagai Karutan Pakjo kini digantikan oleh Mardan. Sementara Hensa sendiri dipromosikan untuk menduduki jabatan baru sebagai Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Narkotika di Lampung.

Kepala Kantor Wilayah Kementrian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Sumsel, Sudirman D Hury mengungkapkan, dengan pergantian ini diharapkan dapat dijadikan langkah oleh rutan maupun lapas untuk meningkatkan kinerja dan pengawasan terhadap warga binaan.

“Saya menginginkan pejabat yang baru dapat mengevaluasi jajarannya setiap bulan, triwulan, bahkan tahunan. Itu kewajiban pimpinan lapas dan rutan agar mengetahui perkembangan serta kondisi atau keadaan dari waktu ke waktu. Sehingga jika terjadi permasalahan atau kelalaian bisa cepat ditangani dan dampaknya tidak meluas,” kata Sudirman, usai acara serah terima jabatan di rutan Pakjo, Kamis (9/11).

Berkaca dari masalah yang pernah terjadi di rutan maupun lapas, Sudirman menekankan, agar kalapas maupun karutan serta jajarannya untuk bekerja serius.

“Permasalahan yang terjadi merupakan pelajaran berharga. Sudah saatnya kita harus bekerja keras agar permasalahan yang sebelumnya terjadi tidak terulang,” jelasnya.

Terlebih, saat ini rata-rata lapas atau rutan di Indonesia mengalami kelebihan kapasitas. Tak terkecuali juga di rutan Pakjo. Hal itu tentu menjadi pekerjaan rumah tambahan untuk Kemenkumham Sumsel.

Dimana Sudirman menyebut, untuk kapasitas rutan Pakjo yang seharusnya hanya bisa menampung 600 hingga 750 orang, namun saat ini harus menampung kurang lebih 1736 orang

“Itu luar biasa over kapasitas. Apalagi kasusnya bukan kasus sederhana. 70 persen kasus narkoba di Sumsel. Disini ada 50 persen kasus narkobanya. Artinya kita harus maksimal memberi perhatian dan pengertian kepada warga binaan agar mereka bisa benar-benar kembali kepada masyarakat dan menyadari kesalahannya,” terangnya.

Sementara itu, Karutan Pakjo, Mardan mengatakan, ditunjuknya ia sebagai Karutan Pakjo merupakan suatu tantangan tersendiri.

“Ini merupakan suatu motivasi dan tantangan agar rutan Pakjo ini dapat lebih baik lagi,” kata Mardan.

Dia juga berkomitmen, untuk menggalakkan sapu bersih (saber) pungli yang disebut-sebut kerap dilakukan sejumlah oknum di dalam rutan.

“Itu perintah presiden melalui Kemenkumham. itu yang akan saya jalankan dan saya berkomitmen untuk melakukan saber pungli,” tegasnya.

Ditanya mengenai program jangka pendek yang akan dilakukannya, Mardan mengngkapkan masih akan melakukan konsolidasi dengan pendahulunya.

“Saya masih akan mengkondisikan rutan ini semaksimal mungkin, mengatur dan menata ruang secara bertahap. Kita tidak mungkin melakukan reaksi cepat, sebab yang ditangani ini adalah warga binaan. Yang jelas saya akan konsolidasi dulu,” tukas mantan Kepala Rupbasan  Baturaja ini.

Untuk diketahui, selain Karutan Kelas I Pakjo Palembang yang diganti, ada dua lagi pimpinan lembaga di Palembang yang ada dibawah naungan Kemenkumham melakukan sertijab. Mereka yakni Kepala Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas I Palembang yang sebelumnya dijabat oleh Endang Lintang Hardiman kini digantikan oleh Budi Yuliarno. Lalu Kepala Rumah Penyimpanan Benda Sitaan Negara (Rupbasan) yang semula diemban oleh Yekti Aprianti kini dialihkan kepada Bambang Harsono. korankito.com/die

AN