Gembong Perampokan Diringkus Polisi

Tiga perampok sadis yang berhasil ditangkap Tim Rimau Subdit III Jatanras Direktorat Reskrim Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Sumsel dan Polres Pagaralam. Foto/adi

Palembang–Tiga dari tujuh pelaku perampokan sadis lintas Provinsi Sumsel, Lampung, Bengkulu dan Jambi, berhasil ditangkap Tim Rimau Subdit III Jatanras Direktorat Reskrim Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Sumsel dan Polres Pagaralam.

Ke tiga komplotan tersebut masing-masing Eko Rotasi (40) warga Jalan Tebat Serai, Kota Manna, Kabupaten Bengkulu Selatan, Misgianto alias Blewong (33) warga Dusun IV Tri Tunggal, Desa Bentayan, Kecamatan Tungkal, Kabupaten Banyuasin, serta Gusti alias Komeng (35) warga Desa Lubuk Seberuk, Kecamatan Lempuing, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI). Sementara empat pelaku lagi masih dalam pengejaran petugas.

Berita Sejenis

Pacar Baby Sister Gasak Uang Sofian

Janda Anak Tiga Tewas di Kamar Rumahnya

Perampok Rumah Makan Keok Dipelor Polisi

1 daripada 3

Kepada petugas Eko Riyadi mengaku, ikut merampok bersama komplotan Blewong empat kali dengan hasil rampokan puluhan juta. Saat beraksi dia bertugas diluar rumah saat rekan-rekan nya berada didalam rumah korban.

“Saya berjaga di luar rumah menggunakan golok. Yang membawa senpi Blewong dia juga yang menembak korban waktu merampok toke kopi di Pagaralam. Saat itu uang korban empat ratus juta, kami ambil saya dapat bagian tiga puluh juta, uang sudah habis saya belikan bibit singkong,” katanya, saat gelar perkara di Mapolda Sumsel, Kamis (9/11).

Sementara itu, Blewong yang menjadi otak perampokan toke kopi di Pagaralam mengakui kalau dirinya lah yang menembak sebanyak dua kali.”Ya memang saya yang nembak korban saat itu, tapi saya tidak tahu kalau dia meninggal,” katanya.

Kapolda Sumsel Irjen Pol Zulkarnain Adinegara mengatakan, komplotan Blewong ini terbilang sadis saat menjalankan aksi yang mereka lakukan. Bagaimana tidak dengan menggunakan senjata api rakitan, mereka tidak segan melukai bahkan membunuh korban apabila melakukan perlawanan.

Bahkan, saat beraksi disetiap daerah komplotan ini juga merekrut orang yang ada di daerah tersebut.

“Tercatat ada 21 TKP di empat provinsi yang telah di rampok oleh komplotan ini, saat ini masih ada empat pelaku yang belum tertangkap. Pihaknya akan terus mengejar para kawanan perampok tersebut,” katanya, didamping Kapolres Pagaralam AKBP Dwi Hartono.

Ia menjelaskan, dari tangan pelaku petugas mengamankan barang bukti berupa empat pucuk senjata api rakitan yang digunakan saat beraksi, uang puluhan juta sisa hasil curian, puluhan gram emas, satu unit mobil kijang Xenia, tiga unit sepeda motor, buku tabungan serta beberapa lembar STNK.

“Untuk barang bukti yang diamankan dari tangan komplotan ini uang yang tidak begitu besar karena sudah dibelikan tanah dan kendaraan. Tentunya kami dari pihak kepolisian berharap nantinya kepada hakim maupun jaksa untuk menghukum pelaku dengan hukuman yang seberat beratnya karena komplotan ini sudah menghabisi dua nyawa korban yang mereka rampok,” ujarnya.

Ia menambahkan, berdasarkan catatan dari pihak kepolisian dari 21 TKP di empat provinsi tersebut meliputi 12 Sumsel, termasuk perampokan toke kopi di Kota Pagaralam yang menyebabkan korbannya Darul Kutni meninggal dunia dengan kerugian lima ratus juta, dua TKP di Provinsi Jambi, enam di Provinsi Lampung dan satu di Provinsi Bengkulu.

“Modus yang digunakan komplotan ini sama yakni dengan mendobrak pintu rumah korban nya dengan menggunakan kayu balok, setelah rumah didobrak para pelaku langsung mengancam korban dengan menggunakan senpi dan sajam bahkan mereka tidak segan melukai korban nya bahkan membunuh jika korban nya melakukan perlawanan,” pungkasnya. Korankito.com/adi/depe

AN