Pembunuh Matnut Ditangkap di Pool Bus

Tersangka kasus perampokan disertai pembunuhan M Rusdi (42), saat ditangkap. Foto/dhia

Musirawas – Aksi pelarian yang dilakukan M Rusdi (42), tersangka kasus perampokan disertai pembunuhan terhadap korban Matnut (75) akhirnya terhenti.

Tersangka yang tercatat sebagai warga Desa Embacang Ilir, Kecamatan Karang Jaya, Kabupaten Musirawas itu ditangkap aparat reskrim Polres Musirawas di Kabupaten Sorolangun, Jambi, saat tersangka tengah menunggu kedatangan keluarganya di salah satu pool bus antar kota.

Berita Sejenis

DPO Curas Diciduk Saat Tidur

Arena Dadu Kuncang Digerebek Polisi

Copet Pasar 16 Ilir Tekapar Dipelor Petugas

1 daripada 41

Kapolres Musirawas, AKBP Pambudi melalui Kasat Reskrim, AKP Wahyu Setyo mengatakan, penangkapan tersangka dilakukan berdasarkan hasil penyelidikan pihaknya. Dimana sebelum penangkapan itu, awalnya polisi menerima laporan terkait penemuan mayat di jalan setapak di salah satu kebun di Desa Embacang Baru, Kecamatan Karang Jaya pada Sabtu (4/11) lalu.

“Kita memang sudah menduga jika mayat yang ditemukan itu merupakan korban perampokan. Saat ditemukan warga, korban dalam posisi tertelungkup,” kata Wahyu, Selasa (7/11).

Saat itu, lanjut Wahyu, pihaknya langsung mengevakuasi korban dan membawanya ke Puskesmas setempat.

“Setelah dilakukan penyelidikan kita menemukan identitas korban. Dari hasil visum juga ditemukan sejumlah luka di kepala bagian belakang serta mata sebelah kiri pecah akibat benda tumpul,” terangnya.

Setelah dilakukan penyelidikan mendalam dan pemeriksaan terhadap saksi-saksi pelaku pembunuhan itu pun mengarah kepada tersangka. Tak menunggu lama, polisi pun langsung melakukan pengejaran. Hanya saja, saat itu tersangka rupanya sudah kabur.

Dua hari berselang, polisi pun akhirnya mendapatkan informasi tempat persembunyian tersangka di Jambi. Tak mau buruannya kabur, polisi pun langsung bergerak cepat ke Jambi dan melakukan pengintaian.

“Tersangka kita tangkap saat menjemput keluarganya di pool bus. Tanpa perlawanan, tersangka pun kita bawa ke mapolres,” jelasnya.

Dari hasil pemeriksaan terhadap tersangka, motif pembunuhan itu didasari perampokan.

“Berdasarkan hasil interogasi, tersangka mengakui perbuatannya. Motif tersangka memang melakukan pencurian dikarenakan desakan ekonomi. Selain tersangka kita juga mengamankan barang bukti berupa uang tunai Rp6,2 juta hasil pencurian itu berikut juga pakaian tersangka yang digunakan saat melakukan aksinya,” tuturnya. korankito.com/dhia/die

AN