Dua Tahun Belajar Numpang di Masjid, Ratusan Mahasiswa Fisip UIN Demo

Sekelompok mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (Fisip) Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah menggelar aksi demo di depan Gedung Sekabaran Fisip, Rabu (8/11).

Palembang – Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (Fisip) Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah menggelar aksi demo di depan Gedung Sekabaran Fisip, Rabu (8/11). Aksi demo mahasiswa ini dikarenakan tidak adanya gedung dan fasilitas belajar yang tetap untuk mahasiswa. Bahkan sejak berdiri dua tahun lalu, mahasiswa Fisip UIN Raden Fatah Palembang masih menumpang di masjid dan fakultas lain.

Koordinator Lapangan (Korlap), Apri Indriani mengatakan, pihaknya menuntut agar hak mereka dipenuhi sehingga proses pembelajaran bisa dilakukan dengan nyaman. “Disini kami menuntut agar fasilitas dan gedung belajar segera diberikan oleh pihak kampus dalam hal ini Dekan Fisip. Kami malu, sudah dua tahun kami belajar menumpang di masjid dan fakultas lain,” katanya.

Berita Sejenis
1 daripada 5

Menurut Apri, kondisi tersebut membuat mahasiswa Fisip menjadi terlantar, bahkan mahasiswa juga harus pulang kuliah lebih sore hingga pukul 18.00 WIB. Selain itu, dalam tuntutan tersebut pihak mahasiswa juga mendesak pihak kampus agar segera melakukan upaya akreditasi jurusan. Seperti diketahui, jurusan Fisip belum ada akreditasi.

“Kami menuntut agar kami diberikan hak kami, sebab kami sudah membayar Uang Kuliah Tinggal (UKT). Jika tuntutan kita tidak dipenuhi dalam waktu dekat, kami akan melakukan aksi lagi dengan masa yang lebih besar,” tegasnya.

Menanggapi ini, Dekan Fisip UIN Raden Fatah Palembang, Izomuddin menyampaikan, untuk proses pembangunan gedung dan fasilitas belajar akan dikomunikasikan terlebih dahulu kepada pihak rektorat. Sedangkan, terkait akreditasi jurusan di Fisip, hingga saat ini berbagai upaya disusun dan dilakukan oleh pihak dekanat dan diperkirakan dalam tiga bulan akreditasi sudah berjalan.

“Untuk pembangunan gedung dan fasilitas itu kebijakan dari rektorat. Jadi kita akan sampaikan permintaan dari para mahasiswa ini. Kalau akreditasi kita sudah lakukan upaya, kita berharap mahasiswa bersabar karena membutuhkan berbagai proses dalam akreditasi,” katanya. Korankito.com/rika/ria

AN