Tingkatkan Toleransi, Ratusan Pemuda Lintas Agama Ikuti Gerakan Pemuda Membaca Kitab Suci

Suasana Acara Gerakan Pemuda Membaca Kitab Suci. Foto/Harry

Indralaya – Ratusan pemuda dari  lima agama seperti Islam, Kristen Protestan, Kristen Katolik, Budha,dan Hindu berkumpul bersama dalam Gerakan Pemuda Membaca Kitab Suci (GPMKS) yang mengambil tema “Untuk persatuan Indonesia”, Selasa (7/11) di Aula Pendopoan Pemkab OI. Para pemuda ini hadir mengikuti pembacaan kitab suci masing-masing agama secara bergantian, dilanjutkan dengan berdoa bersama.

Menurut salah seorang peserta asal Sekolah Alkitab Palembang mahasiswa tingkat 1 Herman yang memeluk agama Kristen Protestan mengatakan, bahwa keikutsertaannya  baru pertama kali pada kegiatan tersebut. Dirinya tertarik karena menambah pengalaman dan teman serta meningkatkan persatuan dan kesatuan meski berbeda keyakinan.

Hal senada diungkapkan oleh peserta lainnya Konyen yang beragama Budha yang mengatakan senang bertemu teman baru dan meningkatkan toleransi antar umat beragama. “senanglah berdoa bersama ini menunjukkan ke-Bhinekaan kita,” jelasnya.

Sementara itu Bupati OI HM Ilyas Panji Alam diwakili oleh Asisten I, Wilson Efendi mengatakan, bahwa Pemkab OI mendukung penuh kegiatan positif Kirab Pemuda yang singgah di OI, lewat iringan doa dan harapan.

“Tidak dapat dihindari bahwa kita hidup ditengah tengah keberagaman baik suku ras dan agama, namun perbedaan tersebut mari kita junjung tinggi melalui Kebhinekaan Tunggal Ika, dan rasa persatuan negara Indonesia,” ujarnya.

Terpisah Staf Khusus Menpora Zainul Munasikin mengatakan, kedepan akan dilaksanakan Kirab Pemuda ke seluruh kabupaten kota di Indonesia. Yang saat ini baru beberapa titik saja dilaksanakannya Kirab Pemuda untuk Kabupaten OI dan diikuti oleh 34 peserta dari berbagai provinsi Se Indonesia.

“Hari ini di timur tengah sedang mengalami krisis kemanusian, kita tidak ingin hal itu terjadi di Indonesia, kita berharap pemuda Indonesia tetap memegang teguh idiologi Pancasila dan Negara Kesatuan Republik Indonesia, serta harus ikut memerangi paham-paham radikal. Kita sudah cukup hidup rukun seperti ini, gerakan membaca kita suci merupakan ikhtiar  Menpora Imam Nahrowi untuk mewujudkan rasa persaudaraan kita dan rasa persatuan kita sebagai anak bangsa,”ungkapnya. Korankito.com/harry/ria

AN