Tergiur Upah, Petani Antarkan Pesanan Sabu

Tersangka Edi Irawan (memakai kaos hitam), diamankan di Mapolres Empatlawang, bersama barang bukti berupa Shabu beserta alat hisapnya dan satu unit Handphone. Foto/rodi

Empatlawang- Berdalih tergiur dengan upah yang lumayan besar, seorang petani yakni Edi Irawan (25) nekat menjadi kurir narkoba jenis sabu-sabu.

Akibatnya, ia pun harus mendekam di sel tahanan, setelah diringkus Satres Narkoba Polres Empatlawang di kediamannya Desa Keban Jati, Kecamatan Pasemah Air Keruh, Kabupaten Empatlawang, Senin (6/11) siang.

Berita Sejenis
1 daripada 59

Kepada petugas kepolisian, tersangka mengakui perbuatannya. Ia mengatakan, baru menjalankan profesi tersebut. “Baru dua minggu, kalau tidak salah sudah lima kali mengantarkannya. Iseng-iseng saja, karena dikasih upah sebesar Rp50 ribu,” jelasnya saat gelar perkara, Selasa (7/11) siang.

Ditambahkannya, ia mendapatkan barang haram tersebut dari tetanggnya berinisial J. “Awalnya, sekitar enam bulan yang lalu saya coba-coba pakai narkoba dan akhirnya ketagihan. Malah jadi kurir. Selain dapat uang, saya juga diupah pakai gratis,” tambahnya.

Sementara itu, Kasat Narkoba Polres Empatlawang AKP Joni Indrajaya mengatakan, penangkapan tersangka berawal dari pihaknya mendapatkan informasi dari masyarakat sekitar satu minggu yang lalu.

Menindaklanjuti infomasi itu, pihaknya lakukan penyelidikan dan mengamankan mengamankan pelaku dengan cara undercover buy. “Setelah penyelidikan dan benar tersangka terlibat peredaran narkoba, kita tanggkap di rumahnya,” kata Kasat.

Masih dikatakan Joni, kini tersangka beserta barang bukti lima paket kecil sabu dengan berat 0,75 gram sudah diamankan. Saat ini, pihaknya masih melakukan pengembangan guna menangkap tersangka J.

“Kita masih melakukan pendalaman, dan untuk tersangka akan dijerat Pasal 112 dan 114 UU Narkotika dengan ancaman kurungan minimal lima tahun dan maksimal dua puluh penjara,” pungkasnya.korankito.com/rodi/depe

AN