Dipalak di Samping Polresta, Kepala Pelajar ‘Bocor’

Korban saat didampingi orangtuanya saat membuat laporan di SPKT Polresta Palembang. Foto/cr2

Palembang- M Dharma Setiawan (14), pelajar sekolah menengah pertama negeri (SMPN) di Kota Palembang ini harus mengalami luka dibagian kepala, usai dipukul pemalak yang meminta uang dengan menggunakan batu.

Tak terima dengan kejadian itu, korban ditemani orangtua kandungnya mendatangi Mapolresta Palembang, Selasa (7/11) sekitar pukul 14.00, untuk melaporkan peristiwa yang dialaminya.

Berita Sejenis

Arisan ‘Online’ Kembali Makan Korban

Melawan, Sumito Ditembak Kawanan Perampok

Mahasiswa Sekap dan Perkosa Pelajar SMA

1 daripada 13

Kepada petugas korban menceritakan kejadiannya berawal ketika ia ketiga temannya menunggu angkutan kota (angkot) di depan gedung DPRD Kota Palembang Jalan Gubernur HA. Bastari Kecamatan SU I Palembang.

Tak lama berselang, keempat pelajar SMPN di Kota Palembang ini didatangi tiga orang pemuda yang langsung memalaknya.”Mereka langsung mendekati kami Pak, dan minta uang,” ujar Dharma memberikan keterangan.

Mendapati hal tersebut, lanjutnya kepada petugas Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polresta Palembang, ia bersama teman-temannya mencoba untuk kabur dari kawanan pelaku.

“Karena posisi saya dekat dengan mereka, jadi saat kabur saya ditangkap oleh mereka. Satu orang pelaku, memukul saya menggunakan batu Pak. Kami berhasil lolos, setelah ada warga sekitar yang menolong,” jelasnya.

Ditambahkan, Syahrul (13) teman korban sekaligus saksi yang melihat Kejadain mengatakan, pelaku ini meminta uang kepada mereka untuk membeli rokok sekaligus tambahan membeli minuman keras (miras).

“Pelaku minta uang seribu hingga lima ribu dengan kami. Kata mereka untuk beli miras, kalau tidak memberi kami akan dipukul,” ujar pelajar kelas delapan ini.

Dikarenakan mempunyai uang hanya untuk ongkos pulang dan pergi, dirinya bersama teman-teman tidak menuruti kemauan pelaku. Hal itulah, membuat pelaku naik pitam dan menganiaya korban menggunakan benda yang berada di sekitar.

“Pelaku yang mabuk mengejar kami, dan langsung memukuli Pak. Teman saya Dharma (korban) mengalami pecah kepala, karena dipukul menggunakan batu. Ada warga yang bantu kami, sehingga kami lolos dari mereka,” ungkapnya.

Ditambahkan orangtua korban Muhammad Fauzi Oni (48), dirinya berharap dengan adanya laporan dibuat. Petugas dapat menangkap pelaku yang telah melakukan penganiayaan terhadap anaknya tersebut. “Saya berharap pelakunya dapat tertangkap Pak,”  singkatnya.

Sementara, Kasat Reskrim Polresta Palembang Kompol Yon Edi Winara melalui KA SPK Ipda Abdul Wahab membenarkan pihaknya telah menerima laporan dari korban dengan dugaan Perlindungan Anak.

“Laporannya sudah kita terima dan selanjutnya akan kita serahkan ke Unit Reskrim Polresta,  korban juga sudah kita minta untuk melakukan visum guna untuk melengkapi berkasnya, ” pungkasnya. Korankito.com/CR2/depe

AN