Bus Malam ‘Bawa’ Sekilo Sabu Aceh!

Kapolres Banyuasin AKBP Yudhi Surya Markus Pinem (tiga dari kiri,red) saat menunjukkan barang bukti berupa sabu. Foto/waluyo

Banyuasin- Sabu sebanyak satu kilogram asal Provinsi Aceh gagal beredar di Provinsi Lampung, setelah berhasil diamankan Satuan Reserse (Satres) Narkoba  Polres Banyuasin, Sumatera Selatan.

Selain narkoba, polisi juga mengamankan satu orang tersangka yakni AY (26), seorang wanita yang tinggal di Desa Panglima Kaom, Kecamatan Jeuneb, Kabupaten Bireun, Provinsi Aceh.

Berita Sejenis
1 daripada 59

Kapolres Banyuasin AKBP Yudhi Surya Markus Pinem mengatakan, penangkapan tersangka berawal dari informasi masyarakat yang mengatakan akan ada pengiriman narkoba dengan jumlah besar.

“Setelah mendapati informasi itu, kita langsung menggelar razia di Jalan Lintas Timur (Jalintim) tepatnya Km42, Kabupaten Banyuasin. Hingga akhirnya, kita berhasil mengamankan tersangka dan barang bukti,” ungkap Kapolres, Selasa (7/11) siang.

Ia menyebutkan, ketika diamankan tersangka duduk di kursi nomor 23-24 bus malam jurusan Medan-Bandar Lampung dan disampingnya ditemukan tas pinggang yang berisikan satu kilogram sabu.

“Hasil pemeriksaan, tersangka mengakui barang haram tersebut akan dibawa ke Bandar Lampung. Dia hanya kurir yang mendapatkan upah apabila barang tersebut tiba di pemesannya. Bandar dan pemiliknya masih kita dalami,” jelasnya.

Ditambahkan Kapolres, di tempat yang berbeda pihaknya juga mengamankan dua paket besar sabu-sabu dengan berat 93,79 gram dari tangan Jamaludin alias Akmal (27), sopir bus antar kota antar provinsi.

“Apabila sabu seberat 1,93 kg itu sampai lolos, ada 6000 jiwa yang menanggung akibatnya. Sabu itu kalau diuangkan bisa mencapai Rp2 M. Pasal yang akan kita kenakan. Pasal 114 ayat 2 subsider Pasal 112 ayat 2 UU Narkotika, dengan ancaman minimal lima tahun hingga seumur hidup,” tutupnya. korankito.com/waluyo/depe

AN