Jembatan Limbang Mulya Ambrol, Warga Bakal Terisolir

Jembatan limbang Mulyo yang mengalami kerusakan. Foto/waluyo
Banyuasin – Jembatan Limbang Mulya Kecamatan Sembawa Kabupaten Banyuasin patah sehingga menyebabkan ambrol ke sungai. Jembatan besi sepanjang 100 meter yang dibangun tahun 1995 silam seiring dengan masuknya warga transmigrasi ini mengalami patah selebar 25 meter.
Berita Sejenis
1 daripada 2
Ambrolnya badan jembatan itu akibat dilintas mobil truk yang mengangkut material bangunan berupa batu bata dan pasir serta semen, Minggu (5/11) sekira pukul 17 00 WIB. Dari pantauan dilapangan tiang penyangga besi patah disebabkan sudah tidak mampu lagi menahan beban berat dan besi yang korosit akibat terendam air. Dampaknya seluruh warga jadi kesulitan untuk keluar desa apalagi alternatif jalan tidak ada. 
 
Mobil truk engkel angkutan material pun nyaris tercebur kedasar sungai. Namun untungnya saat kejadian ada penghalang besi, sehingga menempel di plat besi lantai jembatan yang terbuat dari besi.
Anang (49) salah satu warga setempat yang melintas mengatakan sangat menyayangkan peristiwa tersebut. Ambrolny jembatan ini tentunya akan berimbas terhadap warga khususnya warga Desa Limbang Mulya.
“Kenapa jembatan yang sudah berusia belasan tahun, baru satu kali direhab, itupun hanya lantai jembatan, sehingga tiang jembatannya keropos dan mudah patah dan ini buktinya,” jelasnya.
Dengan patahnya jembatan tersebut, masyarakat di Desa Limbang Mulya dan sekitarnya otomatis tidak bisa melintas lagi sebelum ada perbaikan dari pemerintah dan dinas terkait.
“Jangankan motor mau lewat, orang berjalan kaki saja tidak bisa menyeberang, karena patahan sepanjang kurang lebih 25 Meter dan kondisi jatuh kedalam sungai,” keluhnya.
Hal serupa juga dikatakan oleh warga yang lain Jarwo (36), akibat patahnya jembatan, aktifitas warga ke kebun dan kesawah serta mengangkut hasil bumi lainnya menjadi terganggu. “Kami berharap pemerintah cepat turun tangan, karena masyarakat ingin segera ada perbaikan jembatan,” harapnya
Kondisi patah dan ambrolnya Jembatan Limbang terrsebut dibenarkan oleh Kades Limbang Mulya, Anggun. Ia berharap bangunan zaman eks transmigrasi segera diperbaiki “memang sudah keropos. Sementara dana desa tidak akan mungkin dibangunkan jembatan karena butuh biaya besar. “Saat ini kami berharap ada bantuan pemerintah khusunya dinas BPBD melalui dana tanggap darurat. Karena ini termasuk bencana,” bebernya singkat. Korankito.com/waluyo/ria
AN