Dua Pencuri Ban Diringkus Polisi

Dua tersangka saat diamankan Team Tekab 134 Polresta Palembang. Foto/cr2

Palembang- Bambang (33) bersama Alif (31), yang merupakan tersangka kasus pencurian ban mobil beserta velg yang sedang terparkir di Jalan Demang Lebar Daun, Kecamatan IT I Palembang berhasil Satreskrim Polresta Palembang.

Keduanya diringkus dikediaman masing-masing, Jum’at (3/11) siang. Hanya saja, Bambang harus merasakan timah panas petugas, lantaran saat ditangkap berupaya melawan serta kabur dari sergapan petugas kepolisian.

Berita Sejenis

‘Panen’ Buah Sawit di Sepanjang Jalan…

DPO Curas Diciduk Saat Tidur

Arena Dadu Kuncang Digerebek Polisi

1 daripada 42

Kasat Reskrim Polresta Palembang Kompol Yon Edi Winara melalui Kanit Tekab Ipda Daniel Dirgala membenarkan pihaknya mengamankan dua dari lima tersangka pencurian ban mobil. Sedangkan tiga pelaku lainnya masih buron.

” Satu dari dua tersangka yakni tersangka B, terpaksa kita beri tindakan tegas karena melakukan perlawanan saat akan ditangkap. Sementara, kita masih melakukan pengejaran terhadap tiga pelaku lainnya,” kata Daniel.

Selain mengamankan kedua tersangka, lanjut Daniel, pihaknya juga menyita barang bukti hasil kejahatan kawanan pelaku, berupa empat buah ban beserta velg dan baut, dua kaca spion. Kunci roda serta dongkran, yang digunakan pelaku beraksi.

Atas ulahnya, kedua tersangka akan dijerat dengan Pasal 365 KUHP dengan pidana diatas tujuh tahun pidana, ” Saat ini kedua tersangka sedang dalam pemeriksaan petugas, apakah terlibat dengan kasus lain,”  singkatnya.

Sementara itu, Bambang dengan wajah meringis menahan sakit luka tembak yang dialaminya mengakui perbuatannya. “Iya, saya ikut melakukan aksi pencurian itu Pak,” jelasnya kepada awak media.

Diceritakannya, sebelum melancarkan aksi, RZ, AN, dan DD mendatangi rumahnya untuk meminjam kunci roda dengan alasan membuka ban mobil milik RZ. “Sampai di sana (TKP), saya bersama tiga teman langsung membuka ban, Alif hanya mengawasi saja,” ungkapnya.

Ia menyebutkan, usai beraksi. Para pelaku pun langsung pulang ke rumah. “Besoknya baru kami jual di Jalan Radial, satu buah ban seharga Rp1,5 juta. Uangnya kami bagi rata berempat, sedangkan Alif mendapatkan bagian Rp100 ribu. Spion belum dijual,” tutupnya. korankito.com/CR2/depe

AN