Pasal Mic Direbut, Yuki Tikam Teman Hingga Tewas

Tersangka Yuki Arsan Putra (Kanan, baju merah) saat ditangkap aparat kepolisian. Foto/ujang

Lahat- Kesal lantaran microphone yang dipegangnya direbut, Yuki Arsan Putra nekat menganiaya Piko Riwanto. Hingga mengakibatkan korban merenggang nyawa di acara hiburan orgen tunggal, di Desa Lubuk Kuta, Kecamatan Kikim Timur, Kabupaten Lahat.

Akibatnya, Yuki harus merasakan dinginnya balik jeruji besi Mapolres Lahat, setelah menyerahkan diri ke pihak berwajib, Jum’at (3/11) sekitar pukul 05.00 dini hari.

Berita Sejenis
1 daripada 65

Kepada petugas kepolisian, tersangka mengakui perbuatannya. Ia mengatakan, peristiwa berdarah itu terjadi, saat dirinya hendak bernyanyi di acara hiburan orgen tunggal yang berada tak jauh dari kediamannya.

“Pas, saya mau bernyanyi dan naik atas panggung. Dia (korban) langsung merampas mic dari tangan saya, dia juga sempat menendang perut hingga saya terjatuh,” ujar tersangka saat diperiksa petugas kepolisian.

Merasa tidak senang diperlakukan seperti itu. Yuki pun berdiri dan langsung menghunuskan pisau yang dibawanya dari rumah kearah Piko. “Setelah saya tikam, dia terjatuh dari atas panggung dan saya melarikan diri pulang ke rumah,” tambahnya.

Sebelum tiba di rumah, ia sempat membuang pisau yang digunakannya di aliran sungai di desanya. “Saya bersembunyi di talang, dan malamnya berangkat dari Lahat menuju Palembang menggunakan travel dari arah Pagaralam,” jelas Yuki.

Ia mengatakan, kepergiannya ke Palembang bukan melarikan diri. Namun, bentuk ketakutannya dari keluarga korban yang akan balas dendam. “Saya takut keluarganya balas dendam, makanya saya lari ke Palembang,” kata Yuki.

Sementara itu, Kapolres Lahat AKBP Roby Karya Adi melalui Paur Humas Polres Lahat Ipda Sabar T membernakan, pelaku penganiayan dengan pemberatan terhadap korban Piko telah menyerahkan diri dan sudah diamankan di Mapolres Lahat.

“Kita lakukan kordinasi dengan keluarga pelaku agar pelaku segera menyerahkan diri, hasilnya pelaku datang kepada kita untuk mempertanggungjawabkan ulahnya. Kita amankan di Polres Lahat, mengantisipasi gejolak dari keluarga korban,” ungkapnya.

Diterangkan Sabar, saat ini pelaku masih menjalani pemeriksaan secara itensif dan akan diterapkan Pasal 338 KUHP.  “Ancaman hukumannya, pelaku bisa dikenakan pidana kurungan penjara maksimal 12 tahun,” pungkasnya. Korankito.com/ujang/depe

AN