Tiga Tahun Buron, Tersangka Pembunuhan Diringkus

Tersangka Denny (kaos lengan baju putih) saat berada di ruang Unit Pidum Polresta Palembang. Foto/cr2

Palembang- Setelah tiga tahun menjadi buronan anggota polisi, Denny Saputra (37) tersangka kasus pembunuhan terhadap Johan Prenados (31), warga Lorong Serengam I, Kelurahan 32 Ilir, Kecamatan IB II Palembang akhirnya diringkus Unit Pidum Satreskrim Polresta Palembang.

Tersangka diringkus saat berada di kediamannya Jalan Tangga Takat, Kelurahan Tangga Takat, Kecamatan SU II Palembang, Rabu (1/11) sekitar pukul 14.00.

Berita Sejenis

DPO Curas Diciduk Saat Tidur

Arena Dadu Kuncang Digerebek Polisi

Copet Pasar 16 Ilir Tekapar Dipelor Petugas

1 daripada 42

Kasat Reskrim Polresta Palembang Kompol Yon Edi Winara melalui Kanit Pidum  Iptu Azwan membenarkan pihaknya telah berhasil menangkap tersangka yang ikut melalukan pengeroyokan.

“ Tersangka D ini memang kita cari, karena dia ikut terlibat dalam aksi pengeroyokan. Sebelumnya dua tersangka  yakni Riki dan Tata sudah terlebih dahulu kita tangkap,” katanya saat ditemuin di ruang Unit Pidum Polresta Palembang. Rabu (1/11) sore.

Diakuinya, tersangka berhasil ditangkap, berkat laporan dari masyarakat yang melihat keberadaannya. Mendapat laporan tersebut, pihaknya pun melakukan penyelidikan dan berhasil mengamankan D.

“ Atas ulahnya tersangka akan kita jerat dengan Pasal 170 KHUP Jo Pasal 340 KHUP, Ancaman seumur hidup,” tegasnya.

Sementara, tersangka Denny saat ditemuin di ruang Unit Pidum Polresta Palembang mengakui perbuatannya yang telah ikut mengeroyok hingga mengakibatkan korban meninggal dunia. “ Ya,Pak. Saya memang ikut melakukan pengeroyokan, dan saya hanya diajak oleh Riki dan Tata” akunya.

Ia menjelaskan, kejadian nahas yang menimpa Johan hanya karena korban marah ketika temannya Riki memakir di depan rumah miliknya. Merasa tidak senang dengan perkataan korban, sambungnya, Riki pun pulang kerumah dan mengambil pedang serta tombak.

“Kejadianya didekat rumah dia (korban) Pak, disanala kami mengeroyoknya, hingga membuat korban meninggal dunia, saya hanya sekali membacok kepalanya Pak,” ungkapnya.

Saat ditanya, kemana dirinya melarikan diri. Dirinya mengaku kabur ke Provinsi Jambi. “Saya lari kemana dan bekerja di galangan kapal. Pulang ke Palembang ini baru beberapa hari Pak,” kata pemuda yang memiliki tato di tangan sebelah kiri ini. Korankito.com/CR2/Depe.

AN