Terlilit Utang, Bambang Main Sabu

tersangka Bambang dan anton saat gelar perkara di Mapolsek IT 1 Palembang, Rabu (1/11). Foto/adi

Palembang- Berdalih ingin mencari uang tambahan untuk melunasi hutangnya, Bambang Utama (30) nekat menjadi kurir narkoba jenis sabu-sabu yang akan diantarkan ke daerah Sekayu, Kecamatan Musi Banyuasin.

Akibat perbuatannya, Bambang bersama sopir mobil sewaannya Anton Fransiska (32) harus mendekam di sel tahanan, setelah diringkus Unit Reskrim Polsek IT I Palembang, di Jalan Taman Siswa, tepatnya dekat lapangan sepakbola Hatta, Jum’at (27/10) malam.

Berita Sejenis
1 daripada 92

“Saya terpaksa pak, karena butuh uang tambahan untuk mencicil utang,” kata Bambang saat gelar perkara dan barang bukti di Mapolsek IT I Palembang, Rabu (1/11) siang.

Ia mengatakan, sepuluh gram narkoba jenis sabu-sabu didapatnya dari sesorang yang merupakan kenalan lamanya. Ia kemudian mengajak Anton, untuk mengambil barang haram tersebut dan akan diedarkan kembali.

“Saya baru sekali ini pak, rencananya mau dibawa ke Sekayu dan dijual kepada teman-teman. Saya bukan membeli pak, tapi diupah. Kalau sabu itu sudah habis terjual, baru dikasih upah dari hasil penjualan,” katanya.

Kapolsek Ilir Timur I Palembang Kompol Edi Rahmat mengatakan, pihaknya menangkap tersangka setelah mendapatkan informasi dari masyarakat akan adanya transaksi narkoba di kawasan tersebut.

“Saat digeledah ditemukan sabu total seberat 10 gram senilai Rp10 juta di saku celana  tersangka. Diketahui tersangka ini merupakan pengedar. Kami masih mengejar satu orang lagi tersangka yang menjadi kurir atau penyalur para tersangka ini,” ujarnya.

Kedua tersangka dijerat dengan Pasal 114 ayat 2 Jo Pasal 112 ayat 2 Undang-undang RI nomor 35 tahun 2009 tentang penyalahgunaan narkoba dan diancam dengan penjara minimal lima tahun. Korankito.com/adi/depe

AN