Pembangunan IPAL Ditarget Selesai 2020

Duta Besar Australia untuk Indonesia, Paul Grigson dan Gubernur Sumsel didampingi oleh Walikota Palembang saat diresmikannya Groundbreaking terhadap pembangunan Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL). Foto/rika
Palembang – Setelah diresmikannya Groundbreaking terhadap pembangunan Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL) oleh Walikota Palembang didampingi Gubernur Sumsel dan Dubes Australia secara langsung di lokasi pembangunan Kecamatan Kalidoni, pembangunan ipal yang akan menjadi IPAL terbesar di Indonesia ini ditarget akan memakan waktu sekitar lima tahun kedepan, dengan target selesai pada 2020 mendatang.
Dalam kesempatan tersebut, Walikota Palembang, Harnojoyo menuturkan, Kota Palembang cukup beruntung, sebab Pemerintah Australia memberikan hibah murni dalam pembangunan ini. Dimana Palembang mendapatkan dana hibah sebesar Rp 500 miliar. Meski diakui dana tersebut masih belum mencukupi keseluruhan dana yang dibutuhkan dalam pembangunan IPAL ini, Pemkot akan menggunakan dana APBD dan APBN untuk menutupi kekurangannya.
“Alhamdulillah hari ini, kita telah melaksanakan Groundbreaking untuk pembangunan IPAL, yang mana sekitar Rp 500 miliar dana pembangunan ini merupakan hibah murni dari Pemerintah Australia. Tapi, karena total dana yang kita butuhkan sekitar Rp 1,2 triliun maka itu akan kita cukupi dengan APBN dan APBD. Kita targetkan ini bisa selesai di 2020 mendatang,” jelasnya, usai groundbreaking, Kamis (2/11).
Harno menerangkan, ditahap awal ini Pemkot bakal memasang 22 ribu sambungan dengan perkiraan pipa distribusi sepanjang 8 KM. Hal yang akan memakan waktu cukup panjang yakni pemasangan pipa sepanjang 170 KM yang akan dipasang di tengah rumah-rumah penduduk.

“Seperti dapat dilihat di sepanjang aliran Sungai Musi, sanitasi warga masih jauh dari yang diharapkan. Masih ada yang buang air besar langsung ke sungai, atau jika pun ada WC namun belum ada septitanknya,” tukasnya.

Diketahui,  IPAL ini diperuntukan untuk wilayah Palembang bagian timur yaitu Ilir Timur (IT) Satu, IT Dua, IT Tiga dan Kalidoni. “Kota Palembang terpilih mendapatkan hibah ini karena 96,07 persen warganya telah memiliki akses air bersih serta memiliki komitmen tinggi dalam meningkatkan sanitasi terkait dengan penanganan drainase, limbah dan sampah,” pungkasnya.

Dikesempatan yang sama, Duta Besar Australia untuk Indonesia, Paul Grigson mengatakan, dipilihnya Palembang karena merupakan kota yang progresif. Segala persyaratan dan perlengkapan terpenuhi. Selain itu juga, Indonesia merupakan tetangga terdekat dengan Negara Australia. “Proyek ini diharapkan berhasil dengan sukses dan menjadi contoh bagi kota lain,” ungkapnya.

Sementara itu, Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Alex Noerdin mengatakan, dengan adanya pembangunan IPAL di Palembang ini akan memberikan economic infact bagi Sumsel. Ia menilai, sebelum dan setelah pembangunan ini, akan menyerap tenaga kerja yang besar. Selain itu, dengan selesainya proyek ini akan menjadikan masyarakat menjadi sehat.

“Jika masyarakat sehat, maka akan menjadi produktif dalam pergerakan dan perekonomian menjadi besar,” katanya. Korankito.com/rika/ria

AN