‘Bermain’ Dana Desa, PNS Pemkab OI Jadi Tersangka

Kasat Reskrim Polres OI Agus Sunandar (Kiri) didampingi Kanit PIdkor (kanan) saat jumpa pers. Foto/Harry

Ogan Ilir- Setelah dilakukan serangkaian pemeriksaan, penyidik Unit Pidkor Polres Ogan Ilir (OI) menetapkan YS, sebagai tersangka kasus dugaan pungutan liar (pungli) dalam program alokasi dana desa di Kecamatan Pemuluta, Kabupaten Ogan Ilir.

Tersangka YS merupakan oknum Pegawai Negeri Sipil (PNS) aktif di Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Ogan Ilir.

Berita Sejenis
1 daripada 15

Kapolres Ogan Ilir AKBP Arief Rifai melalui Kasat Reskrim AKP Agus Sunandar mengatakan, penetapan status tersangka YS dikarenakan adanya dugaan praktik pungli yang dilakukannya sebagai pengurus rekomendasi dalam program alokasi dana desa.

“Uang yang kita amankan kemarin totalnya sekitar Rp 67 juta dan yang terindikasi dugaan pungli sekitar Rp 3 juta, plus pembayaran kegiatan pelatihan,” ungkapnya di damping Kanit Pidkor AKP Sondi Fraguna dalam pers rilis.

Ia menyebutkan, tertangkapnya tersangka berawal laporan masyarakat bahwa salah satu instansi di Pemkab Ogan Ilir, ada dugaan pungli untuk mengurus program alokasi dana desa. Setelah dilakukan penyelidikan, pihaknya mendapatkan uang Rp 67 juta di meja YS.

“Ketika itu, YS dan beberapa orang termasuk barang bukti langsung kita amankan untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut. Hari ini akan kita terbitka, laporannya dan untuk pasal sendiri masih dalam proses pendalaman,” ungkap Kasat.

Sebelumnya, berdasarkan pantauan di lapangan. Kepala Dinas PMD Kabupaten Ogan Ilir Syamrowi terlihat hadir di Mapolres Ogan Ilir, sekitar pukul 10.00. Dirinya, terlihat masuk ke dalam ruangan Binmas dan tak lama kemudian keluar.

Saat awak media mencoba meminta konfirmasi terkait operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan anggota Tipikor Polres OI. Syamrowi mengatakan tidak ada OTT. “Tidak ada OTT, saya tidak tahu. Itukan uang pelatihan, tidak ada itu,” singkatnya. Korankito.com/harry/depe

AN