200 Pelaku Usaha Rumahan Dapat Bantuan Peralatan Memasak

Kabid Perlindungan Perempuan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan anak dan Pemberdayaan Masyarakat (DPPPA-PM) Reksudiharjo saat memberikan bantuan kepada pelaku usaha kuliner rumahan, Kamis (2/11). Foto/rika

Palembang – Guna mendukung produksi usaha kuliner rumahan, Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan anak dan Pemberdayaan Masyarakat (DPPPA-PM) memberikan bantuan berupa peralatan memasak dan dapur bagi 200 pelaku usaha rumahan di dua kelurahan yang ada di Kota Palembang.

“Bantuan ini khusus untuk pelaku usaha rumahan yang ada di Kelurahan 27 dan 30 Ilir. Ada macam-macam bantuan yang kita serahkan disini antara lain misalnya oven, mixer, vacum dan lain sebagainya,” kata Kepala Dinas PPPA-PM melalui Kabid Perlindungan Perempuan, Reksudiharjo, Kamis (2/11).

Berita Sejenis
1 daripada 10

Ia menjelaskan, bantuan untuk usaha kuliner ini merupakan lanjutan dari pelatihan packing kepada para pelaku usaha beberapa waktu lalu. Yang mana menurutnya pemberian bantuan ini disesuaikan dengan pengajuan proposal yang telah diajukan oleh masyarakat di dua kelurahan ini sejak tahun 2016 lalu.

“Sesuai proposal 2016 apa yang diminta itu juga yang diberikan saat ini, kebetulan untuk di Palembang hanya dua kelurahan ini yang mengajukan,” ulasnya.

Adapun  sumber dana bantuan yang di kucurkan ini sebagian berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) seebsar Rp. 124 juta dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Rp. 100 juta.

“Yang jelas seusai kita berikan bantuan ini akan ada evaluasi pemantauan, agar alat yang diberikan ini jangan sampai pindah tangan, karena itu akan di awasi oleh pihak kecamatan,” katanya.

Ia menambahkan, untuk jenis Kuliner yang dijual sendiri kebanyakn rata-rata makanan khas Palembang seperti pempek, kerupuk, kemplang dan pempek kapal selam dan lainnya.

“Dari dua sumber dana itu, kita bagi dua season pembagiannya kepada masyarakat, yang pagi ini sekitar 148 pelaku usaha untuk dana dari APBD, sedangkan 50 pelaku usaha lagi itu yang dari APBN. Sebenarnya ada dua pelaku usaha lagi yang seharusnya ikut mendapatkan bantuan ini, sayangnya usaha yang mereka jalankan itu sudah tidak beroperasai lagi,” pungkasnya. Korankito.com/rika/ria

AN