Menang Praperadilan, Jaelani tak Terbukti Pencuri

Jailani bersama Dodi Irama Pengacara, Usai menjemput di tahanan Polres Banyuasin. Foto/harry

Muba- Jailani (41) warga Desa Peninggalan, Kecamatan Tungkal Jaya, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) akhirnya bisa kembali menghirup udara segar, setelah memenangkan praperadilan di Pengadilan Negeri (PN) Kota Sekayu.

Kuasa hukum korban Dodi IK menjelaskan, PN Kota Sekayu melalui surat keputusan nomor 6/Pid.Pra/2017/PN Sky menyatakan tindakan termohon menetapkan pemohon sebagai tersangka tindak pidana pencurian dengan kekerasan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 365 KUHP adalah cacat hukum dan tidak sah secara hukum.

Berita Sejenis

DPO Curas Diciduk Saat Tidur

Arena Dadu Kuncang Digerebek Polisi

Copet Pasar 16 Ilir Tekapar Dipelor Petugas

1 daripada 42

“Atas putusan bebas tersebut, istri beserta keluarga terdakwa lainnya sangat terharu sekali. Kami berharap, kejadian ini tidak terjadi lagi di kemudian harinya,” kata Dodi saat ditemui usai sidang praperadilan di PN Kota Sekayu, Selasa (31/10) siang.

Saat ditanya, akan menuntut balik terhadap apa yang menimpa klienya, Dodi menuturkan itu bisa saja dilakukanya. Namun, dirinya harus terlebih dahulu mendapatkan pernyataan resmi dari keluarga korban. “Salah satu opsi kita, tapi akan dipikirkan dulu dan berunding dengan pihak keluarga, karena perlu ada pernyataan resmi dari mereka,” katanya.

Sementara itu, Jailani ketika diwawancarai Koran Kito, mengatakan cukup senang dapat kembali bebas, setelah tiga bulan mendekam di tahanan atas dugaan kasus pencurian dengan kekerasan. Ia melakukan praperadilan karena merasa tidak pernah melakukan perbuatan seperti yang disangkakan pihak kepolisian Polsek Tungkal Ilir, Polres Banyuasin.

“Waktu pertama kali ditangkap, 29 Juli 2017 di rumah makan Arema yang berada di Desa Peninggalan. Mereka datang dengan tidak menggunakan pakaian dinas. Terkait ganti rugi, materi dan pemulihan nama baik saya serahkan dengan pihak pengacara. Saya cukup senang dengan keputusan ini,” tuturnya.

Disisi lain, Kapolres Banyuasin AKBP Yudhi Surya Markus Pinem melalui Kasat Reskrim AKP Dwi Satya Arian membenarkan adanya penangkapan terduga kasus 365 KUHP oleh Unit Reskrim Polsek Tungkal Ilir. “Kita masih mempelajari keputusan praperadilannya,” singkat Dwi.  Korankito.com/waluyo/heri/depe

AN