Tersinggung, Oknum Polisi Tembak Kepala Tukang Jahit

Kapolresta Palembang sat menunjukan BB dari tersangka. Foto/cr2

Palembang- Setelah satu bulan melakukan penyelidikan dan pengintain, Unit Pidana Umum (Pidum) Satreskrim Polresta Palembang berhasil menangkap tersangkaBasuki Rahmad (45) yang telah melakukan penembakan terhadap korbannya Tarmizi (38) warga Jalan Sukawinatan, Lorong Masjid Mahajirin, Kelurahan Suka Jaya, Kecamatan Sukarami, Palembang, Senin (30/10), sekitar pukul 22.00.

Basuki Rahmad (tersangka,red) ditangkap di rumah temannya yang berada di kawasan Sukarami Palembang. Diketehui tersangka masih berstatus anggota Polri bertugas di Pam Obvit Polda Sumsel berpangkat Aiptu.

Berita Sejenis

DPO Curas Diciduk Saat Tidur

Arena Dadu Kuncang Digerebek Polisi

Copet Pasar 16 Ilir Tekapar Dipelor Petugas

1 daripada 42

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, tersangka digeladangang ke Mapolresta Palembang berikut barang bukti berupa senjata api rakitan (senpira) jenis FN, 18 butir amunisi aktif, dan satu unit mobil Xenia warna hitam Nopol. BG 1673 MF.

Kapolresta Palembang Kombes Pol Wahyu Bintono Hari Bawono membenarkan kalau pihaknya berhasil mengamankan tersangka B. “ Ya, pelaku berhasil kita amankan di kediaman temannya di kawasan Sukarami Palembang,” ungkapnya di dampingi Kasat Reskrim Kompol Yon Edi Winara.

Lanjut Wahyu, saat kini tersangka B sedang dalam pemeriksaan oleh pihaknya guna dilakukan penyelidikan lebih mendalam, “ Selain mengamankan tersangka kita juga mengamankan satu pucuk Senpira jenis FN, 18 Butir aktif dan satu unit mobil Xenia warna hitam Nopol. BG 1673 MF,” ujarnya.

Ditambahkan Kapolresta, pelaku sudah mendekam di sel tahanan sementara Mapolresta Palembang untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

“ Atas ulahnya dia akan dikenakan pasal 340 KHUP jo 338 KHUP, ancaman seumur hidup atau selama waktu tertentu paling lama dua puluh tahun penjara,” tegas Wahyu.

Sementara, tersangka Basuki mengaku nekat melakukan aksi ini lantaran tersinggung dengan perkataan korban,” Saya kesal, karena motor sebanyak sembilan unit digadaikan oleh dia. Jadi saat bertemu di lokasi, langsung saya ajak masuk ke dalam mobil saya,” ungkapnya

Diakuinya kalu dirinya tidak ada niatan untuk melakukan pembunuhan terhadap korban, melainkan hanya untuk menakut-nakutinya saja. “  Sumpah, saya hanya menakut-nakuti korban saja. Namun waktu itu saya tertekan pelatuk, jadi tertembak,” katanya

Ketika ditanya awak media setelah melakukan penembakan tersebut, dirinya kemana. Tersangka mengatakan kalau dirinya kabur ke Jambi dan Muara Enim, “ Saya tidak kabur. Keluar kota hanya untuk menenangkan diri saya saja, karena kejadian itu,” pungkasnya. Korankito.com/CR2/Depe

AN