Nekat, Pulang Sekolah Pacar Dibawa Kabur!

 

LAPOR – RH (42) saat mendatangi Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polresta Palembang guna untuk melaporkan IW (20) yang diduga telah membawa kabur anaknya SS (17) ke Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Timur dan hendak melangsungkan pernikahan.
FOTO:KORKIT/CR2

Palembang-Rasa cemas menyelimuti hati RH (42). Sebagai ayah, ia khawatir karena anak gadisnya dibawa kabur sang pacar. Ironisnya, si pria mengancam akan membunuh dirinya jika tak merestui.

Berita Sejenis

Epong Bawa Kabur Mobil Rentalan

1 daripada 2

Begitulah adanya nestapa RH, warga kawasan Kelurahan Bukit Baru, Kecamatan Ilir Barat (IB) I Palembang ini, mendapati situasi yang tak menyenangkan. Sebab, putrinya yang masih duduk di bangku SMA dibawa kabur kekasihnya.

Remaja pria yang dimaksud adalah IW (20), dia nekat melarikan SS (17) ke Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Timur dan hendak melangsungkan pernikahan.

Tak terima dengan perlakuan IW, RH pun mendatangi ruang Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polresta Palembang guna untuk melaporkan IW yang diduga telah membawa kabur anaknya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kepada petugas kepolisian, RH mengatakan kejadian yang menimpa ankanya terjadi Jum’at (27/10) sekitar pukul 13.00 WIB di salah satu sekolah menengah atas yang berada di kawasan Kecamatan IB I Palembang.

Ketika itu, SS baru saja pulang dari sekolahnya dan dijemput terlapor. Namun, bukan pulang kerumah, melainkan korban diajak IW pergi ke rumah orangtuanya di Kabupaten OKU Timur.

Melihat anaknya perempuannya tak kunjung pulang kerumah, pelapor menghubungi korban. ” Ya, karena tidak ada kabar. Saya coba telpon dia (terlapor), dia bilang sedang berada di rumah teman,” katanya saat memberikan keterangan kepada petugas.

Ditunggu-tunggu tak juga SS muncul batang hidungnya, kembali RH panik. Ia kembali menghubungi nomor ponsel SS. “Saya telpon lagi pak, nomornya aktif tapi sudah tidak diangkat lagi olehnya,” ujar RH.

RH makin syok, saat menerima surat dari Kepala Desa (Kades) Ogan Komering Ulu (OKU) Timur yang mengatakan korban akan menikah. ” Isi suratnya kalau anak saya tanpa paksaan akan menikah dengan pacarnya (Indra), ” jelasnya.

Usai menerima surat itu, sambung RH, ia mendatangi rumah teman korban berinisial ER (17). ” Dari keterangan temannya, anak saya dipaksa harus menikah dengan dia (terlapor) pak, kalau tidak keluarga kami akan dibunuh, ” ungkapnya.

Dirinya pun berharap, dengan adanya laporan yang dibuat, pihak polisi dapat menangkap pelaku yang telah melarikan anaknya.” Saya berharap, anak saya dapat kembali pak dan pelakunya dapat tertangkap,” harapnya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polresta Palembang Kompol Yon Edi Winara mengatakan pihaknya telah menerima laporan dari orangtua korban. ” Laporannya sudah kita terima, dan secepatnya akan kita smtindaklanjuti,” pungkasnya. Korankito.com/CR2/depe.

AN