Meski Kalah, Formasi Baru Hartono Sukses

KALAH – Pemain Sriwijaya FC saat berusaha melewati pemain Bali United dalam laga lanjutan Liga 1 di Stadion I Sayan Dipta Gianyar, Senin (30/10). Sriwijaya FC harus mengalami kekalahan 3-2 atas Bali United dan masih terpuruk di papan bawah mendekati zona degradasi.
FOTO:ISTIMEWAH

Palembang – Formasi baru yang diterapkan Hartono Ruslan saat Sriwijaya FC menghadapi Bali United, Senin (30/10), terbilang cukup sukses. Meski harus menelan kekalahan dengan skor tipis 3-2, namun setidaknya perlawanan yang diberikan Sriwijaya FC membuat tim tuan rumah kerepotan.

Jika sebelumnya formasi 4-2-3-1 yang menjadi skema favorit selama musim ini, namun saat menghadapi Bali United, Hartono mencoba mengganti formasi menjadi 3-4-3 dengan memasukkan tiga bek sekaligus.

Berita Sejenis
1 daripada 188

Selain mengganti skema tersebut, Hartono juga menurunkan Bio Paulin yang telah lama duduk  manis di bangku cadangan. Bio Paulin mengawal lini pertahanan bersama dua bek Sriwijaya FC lainnya yakni M. Robby dan Yanto Basna.

“Kami memang sudah sepakat mengubah formasi jelang melawan Bali. Formasi itu kita coba saat latihan. Tapi sayangnya, di babak pertama pemain belum beradaptasi sehingga kita kecolongan,” ujar Hartono, Selasa (31/10).

Diakui Hartono, tiga gol yang berhasil dilesakkan Bali United akibat dari kesalahan anak asuhnya yang sulit membangun komunikasi.

“Alhamdulillah di babak kedua pemain akhirnya mengerti dan permainan jadi berkembang, terbukti kita hampir menyamakan kedudukan walaupun hasil akhirnya mengecewakan. Tapi pemainsudah berusaha untuk tampil maksimal dan saya hargai itu,” ungkapnya.

Kekecewaan yang dirasakan Hartono disinyalir ketidakpuasan dirinya terhadap sang pengadil lapangan Thoriq M Alkatiri karena menganulir gol dari Hilton Moreira sehingga Sriwijaya FC gagal menyamakan kedudukan.

“Saya melihat pertandingan kali ini sangat bagus dan wajarnya jika hasil akhirnya seharusnya seri. Namun wasit menganulir gol tersebut. Saya tidak bisa menyalahkan wasit, karena wasit itu mempunyai kuasa. Keputusan ada di tangan wasit,” pungkasnya. korankito.com/nisa/die

AN