Klub Motor YNCI Kini Hadir Di Lubuklinggau

Foto/dhia

Lubuklinggau – Setelah sebelumnya hadir di tiga kabupaten/kota sebelumnya yakni di Palembang, Lahat dan Muaraenim, Yamaha N-Max Club Indonesia (YNCI) kini juga hadir di Kota Lubuklinggau. Ketua YNCI Lubuklinggau, Niko Rosbarinto mengatakan, selama berdiri sudah ada 38 orang yang menjadi anggota YNCI Lubuklinggau.

“Yang tergabung di kita saja sudah ada 38 orang. Kalau yang pakai N-max di Lubuklinggau sudah banyak. Kita berharap kalau mau ikut bergabung, kami selalu membuka kesempatan,” ujarnya.

Pria yang juga merupakan salah satu anggota Kepolisian Resor (Polres) Lubuklinggau ini menuturkan, klub motor YNCI ini jauh sangat berbeda dengan klub-klub motor pada umumnya.

Sebab, kata Niko, YNCI hadir menepis semua tanggapan negatif masyarakat umum tentang klub motor. YNCI memunculkan tren positif bagi masyarakat. Karena, selain berumpul-kumpul, YNCI selalu mengedepankan pelaksanaan kegiatan sosial.

“Contohnya kegiatan rutin kami yakni bersih-bersih masjid dan jalan. Kegiatan ini terus kita lakukan berkeliling di beberapa masjid dan titik jalan yang ada di Lubuklinggau. Kami juga sudah melakukan bagi-bagi takjil saat bulan Ramadhan kemarin. Nanti kita akan coba juga untuk membersihkan tempat ibadah yang lain, karena klub kita ini menampung semua ajaran agama di Indonesia,” imbuhnya.

Ia pun berharap, YNCI terus berkembang di Sumsel bahkan nasional terus berkembang juga. Supaya silaturahmi dapat berjalan baik hingga tataran nasional,” ungkapnya.

Sementara itu, Pembina YNCI Lubuklinggau, Agusni saat ditemui di lokasi yang sama menuturkan, klub YNCI hadir membawa tren positif terhadap klub motor. Kegiatan yang diadakan bukan hanya sekedar kumpul-kumpul saja, tapi sosial juga.

“Apa yang masyarakat butuh, kalau bisa dibantu, kita bantu. Seperti bersih-bersih masjid dan jalan yang sudah kami lakukan. Juga bakti sosial ke panti asuhan seperti ini,” katanya.

Selain itu, Agusni menuturkan, YNCI mengedepankan kedisiplinan berkendara. Tidak ada yang kebut-kebutan dijalan, menggunakan kelengkapan mulai helm dan surat-surat yang lengkap.

“Malah kalau ada yang ketangkep polantas, akan kita foto dan akan diberikan sanksi,” tegasnya.

Saat touring, masih kata Agusni, kalau ada lampu merah selalu tertib menunggu. Masih bisa membawa anak istri alias family touring. “Intinya Ini bukan komunitas bikin jenuh. Kita sudah sibuk dengan keseharian kita yang macem-macem. Komunitas ini yang menyatukan kita semua. Memuncul energi baru pas hari kerja tiba,” ungkapnya.

“Kelebihan lagi, kalau sering silahturahmi muncul rezeki baru, kita tepis tanggapan negatif, kita munculkan energi positif,” tutup dia. Korankito.com/dhia/ria

AN