Kapolda Sumsel Tes Urine 180 Anggota Ditres Narkoba

TES URINE – Sebanyak 180 pejabat utama yang terdiri dari anggota Ditres Narkoba Polda Sumsel, Kasat dan Wakasat narkoba dilingkungan Polda Sumsel serta Polres se-Sumsel dilakukan tes urine mendadak di di Gedung Catur Polda Sumsel, Senin (30/10). FOTO:KORKIT/ADI

Palembang-Sebanyak 180 pejabat utama yang terdiri dari anggota Ditres Narkoba Polda Sumsel, Kasat dan Wakasat narkoba dilingkungan Polda Sumsel serta Polres se-Sumsel dilakukan tes urine mendadak. Hal ini dilakukan usai mendengarkan arahan khusus dari Kapolda Sumsel Irjen Pol Zulkarnain Adinegara, di Gedung Catur Polda Sumsel, Senin (30/10).

Ia mengatakan, tes urine ini merupakan upaya pihaknya agar Direktorat Narkoba di Polres terbebas dari narkoba.

Berita Sejenis
1 daripada 69

“Saya ingin melihat bahwa anggota narkoba untuk saat ini para kasatnya harus bersih dari narkoba. Setidak-tidaknya tes urine ini menunjukan apakah positif atau negatif, termasuk saya dan Wakapolda, serta jajaran utama Polda Sumsel,” katanya, disela-sela tes urine, Senin (30/10).

Ia menjelaskan, kegiatan cek urine kepada anggota kepolisian, yang dilakukan Polda Sumsel bersama jajarannya perlu dilakukan.

“Memang untuk membasmi penyalahgunaan narkoba, harus dilakukan pada internal penegak hukum terlebih dahulu,” ujarnya.

Menurut Zulkarnain, dalam menegakan hukum mengenai penyalahgunaan narkoba, anggota kepolisian harus terbebas dari penyalahgunaan benda haram tersebut.

“Apabila terbukti ada anggota yang mencoba bermain-main dengan narkoba, maka Saya selaku pimpinan akan memberikan sanksi minimal saya mutasikan, bahkan seberat-beratnya. Bila perlu, tuntutannya lebih dari masyarakat sipil,” ancamnya.

Ia bertekad, tidak akan memberikan toleransi terhadap kasus penyalahgunaan narkoba. Pasalnya, narkoba merupakan barang atau benda haram yang merusak mental, kesehatan hingga kejiwaan penggunanya.

“Kalau generasi muda kita sudah mengonsumsi narkoba secara berlebihan, maka siapa lagi yang akan memimpin negeri ini? Sementara nasib bangsa dan negara ada di tangan generasi muda. Karena itu, saya tidak mau hal itu terjadi di Sumsel sini,” tegasnya.

Zulkarnain juga mengimbau kepada seluruh masyarakat di Sumsel ini, untuk tidak takut melaporkan, jika melihat dan mendengar adanya kejahatan mengenai penyalahgunaan narkoba.

“Jika ada laporan tentang kasus narkoba ini, Kami akan tindaklanjuti secepat mungkin, tidak akan ditutup-tutupi. Maka sekarang, marilah kita perangi narkoba, jangan sampai menjadi tanggungan buruk bagi anak cucu kita ke depannya nanti,” pungkasnya. Korankito.com/adi/depe

AN