518 Ton Beras Di Lais Terendam

Kondisi persawahan yang terendam banjir pra panen. foto/heri

 

Muba – Sedikitnya ada tiga desa yakni Desa Petaling, Desa Epil dan Desa Dau Cala di Kecamatan Lais Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) mengalami gagal panen akibat banjir yang melanda persawahannya.

 

Ka UPTD TPHP Kecamatan Lais Didin  Rosidin SP mengatakan, memang pada tahun ini di kecamatan Lais ada sembilan desa yang ada lahan persawahannya, namun tiga diantaranya mengalami gagal panen.

 

Berita Sejenis
1 daripada 4.020

“Untuk periode 2017 di Kecamatan Lais. Dari sembilan desa yang dibuka lahan sawah mencapai 4020 hektar.  Dan yang gagal panen ada tiga desa, yang diperkirakan saat panen mencapai 872 ton padi, kalau di jadikan beras kisaran 518 ton,” jelasnya.

 

Diakuinya, salah satu penyebabnya ialah dampak dari warga terlambat menanam. Dimana mereka seharusnya menanam di bulan Mei atau Juni namun mereka menanamnya malah di bulan Juli hingga Agustus baru selesai tanam.

 

“Seharusnya, pada bulan Okteober ini semua padi sudah bisa dipanen. Ini dampak perubahan iklim. Banjir di lokasi sawah merendam padi yang belum waktunya dipanen,” tegasnya.

Selain itu, ia menambahkan, kegagalan panen ini sudah pihaknya laporkan ke Dinas Tanaman Pangan, Holtikultura dan Peternalan, agar para petani yang gagal panen dapat di bantu. “Kami berharap agar Pemerintah Kabupaten Muba dapat memberikan bantuan kepada petani yang gagal panen berupa benih padi dan obat-obatan untuk tahun tanam berikutnya,” harapnya.

 

Senada, salah seorang warga Desa I Petaling Mirdat (55) mengaku, bahwa tahun ini pihaknya gagal panen dan mengalami kerugian. Pasalnya, banjir yang melanda sawahnya datang sewaktu panen belum tiba, sehingga hampir semuanya tenggelam. “Ya, padi belum dipanen tapi sudah kena banjir,” ucapnya kesal. (korankito.com/heri/ejak)

 

 

AN