IRT Dipukul Suami Dengan Besi

Merleni ditemani saudaranya saat membuat laporan di SPKT Polresta Palembang. Foto/cr2

Palembang- Membawa bukti buku nikah serta surat berobat dari dokter, Merleni (29) warga yang tinggal di Jalan Abi Kusno CS, Lorong Putaran, Kelurahan Kertapati, Kecamatan Kertapati, Palembang dan ditemani oleh kakak kandung perempuan serta ibunya mendatangi Mapolresta Palembang, Minggu (29/10) siang.

Maksud kedatangan, Ibu Rumah Tangga (IRT) ini  hendak membuat laporan, lantaran telah menjadi korban Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) yang dilakukan oleh YA (24) yang tak lain adalah suaminya sendiri.

Berita Sejenis
1 daripada 19

Dihadapan petugas piket Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polresta Palembang, Merleni menceritakan kejadian yang dialami terjadi, Minggu (29/10) sekitar pukul 12.00, di dekat Puskesmas Kertapati, Lorong Paiman, Kelurahan Kertapati, Kecamatan Kertapati, Palembang.

Dimana saat itu, YA hendak meminjam uang kepada korban, namun dikarenakan tidak mempunyai uang, Merleni pun tak memberikannya. “ Dia (terlapor) itu sebenarnya mau meminta uang kepada saya, alasannya saja mau minjam uang,” katanya Merleni kepada petugas kepolisian.

Mendapati hal tersebut, terlapor pun naik darah yang langsung memukul korban mengunakan kursi platsik sebanyak dua kali. “ Saya langsung dipukulinya dengan kursi, saya hanya bisa menangkisnya dengan tangan pak,” ujar ibu dengan satu anak ini.

Bahkan, terlapor pun memukul korban dengan menggunakan besi. “ Kurang puas memukul saya dengan kursi, dia pun mengambil besi dan memukul saya dengan menggunakan besi sebanyak enam kali Pak, saya berlari terus dikejarnya sampai kerumah-rumah warga lain,” ungkapnya dengan nada sedih.

Diakui korban, bahwa suaminya tersebut telah berselingkuh dengan wanita idaman lain. “ Dia itu terang-terang, selingkuh. Dan didepan saya menelpon wanita lain dengan kata-kata sayang. Dia itu meminjam uang kepada saya untuk jalan dengan wanita lain itu,” tambahnya.

Dengan adanya laporan yang dibuat, dirinya pun berharap petugas dapat menangkap suaminya. “ Tangkap saja dia pak, saya sudah tidak tahan lagi hidup dengan dia. Dan ini bukan yang pertama tapi sudah berkali-kali Pak saya alami,” terangnya.

Sementara Kasat Reskrim Polresta Palembang, Kompol Yon Edi Winara melalui KA SPK Ipda Abdul Wahab membenarkan pihaknya menerima laporan dari korban dugaan KDRT.

“Laporannya sudah kita terima, dan selanjutnya akan kita limpahkan ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polresta Palembang, korban juga suda kita minta untuk melakukan visum guna untuk melengkapi berkasnya,” singkatnya. Korankito.com/CR2/depe

AN