Puluhan Solar Cell Lampu Jalan Raib

Sollar cell yang jadi sumber daya lampu jalan, dicuri oleh orang tak dikenal. Foto/dhia

Lubuklinggau- Puluhan lampu jalan yang terletak di sepanjang Jalan Lingkar Selatan Kota Lubuklinggau banyak padam. Hal tersebut disebabkan karena solar cell sebagai penyimpan tenaga surya diatas lampu banyak yang hilang.

Pantauan dilapangan, ketika melintas Jalan Lingkar Selatan khususnya di wilayah Kelurahan Karya Bakti, Kecamatan Lubuklinggau Timur II, tepatnya daerah-daerah yang cukup sepi, puluhan solar banyak yang hilang dan tersisa hanya tiang serta lampu saja.

Berita Sejenis
1 daripada 9

Andri (30) warga setempat mengaku, tidak tahu alasan mengapa banyak orang mencuri solar cell tersebut. Padahal menurutnya lampu jalan itu sangat diperlukan untuk membantu penerangan masyarakat yang melintas saat malam hari.

“Setau saya gunanya itu untuk menyimpan energi listrik jadi kalau menjelang malam hari lampunya langsung hidup sendiri‎. Tidak bergantung dari lampu PLN, bila ada pemadaman tidak ada masalah lampunya tetap hidup,” ungkapnya, Minggu (29/10).

Andri menyesalkan hilangnya solar cell tersebut, apalagi tempat-tempat ‎yang hilang adalah tempat sepi dan jauh dari pemukiman warga. Hal itu kata Andri tentu sangat berbahaya karena memudahkan pelaku kejahatan menjalankan aksinya.

“Bahaya sekali kalau malam, kadang kalau lewat dari pukul 21.00, saya tidak berani lewat lagi. Apalagi bukan rahasia umum kalau lewat belakang tengah malam kadang dikejar begal. Kejadian bukan satu dua tapi sudah sering mas,” tutur Andri.

Untuk itu warga setempat berharap agar pemerintah kota Lubuklinggau khususnya pada dinas terkait. Memperbaiki lampu-lampu yang hilang tersebut, karena bila dibiarkan berlarut-larut membuat tempat itu selalu disalahgunakan untuk kejahatan.

“Bila sudah ‎diperbaiki kami merasa bersyukur sekali, kalau terang melintas jadi nyaman, bila ada yang sengaja menghadang kita tahu dan bisa langsung menyelamatkan diri. Tidak seperti sekarang selalu was-was, walaupun kita orang sini,” katanya.

Seme‎tara Kabid Prasarana dan Sarana Utilitas (PSU) Misno saat dikonfirmasi membenarkan jika lampu solar cell di wilayah Jalan Lingkar Selatan sudah banyak yang hilang. Ia menyebutkan dari solar cell yang ada, sekitar 40 buah yang hilang.

Selain terjadi di wilayah Jalan Lingkar Selatan, pencurian juga terjadi di wilayah jalan Lingkar Utara. Padahal tahun 2014 lalu pihaknya sudah melengkap‎i kedua jalan itu dengan lampu jalan solar cell bantuan dari kementerian ESDM.

“Yang hilang di Jalan Lingkar Utara mulai dari SMA 07 sampai Simpang Sport Center Petanang, mulanya ada 100 unit, tidak tau sekarang tinggal berapa, kemungkinan sisa  50 unit lagi. Pencurinya sudah tertangkap, namun material yang hilang tidak bisa dikembalikan karena mereka jual,” ungkapnya.

Namun ke depan pihaknya berencana akan mengganti solar cell yang hilang itu dengan lampu jalan biasa, hal itu diupayakan dapat terwujud pada anggaran tahun 2018 mendatang. Alasan pihaknya mengganti dengan yang biasa karena selain murah dan tidak rawan pencurian.

“Kalau bantuan dari ESDM itu sangat bagus, harganya satu bisa mencapai 9 juta rupiah. Itulah tidak akan kita pasang lagi, karena selain mahal juga rawan dicuri,” katanya. ‎korankito.com/dhia/depe

AN