Penjahat Kelamin, Satroni Kontrakan Mahasiswi

Ilustrasi pemerkosaan. Foto/wahyu

PALEMBANG – Apes dialami oleh DA (20) warga yang tercatat tinggal di kawasan Kecamatan Muara Dua Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan (OKUS) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) ini.

Dirinya harus menjadi korban pencabulan setelah dilakukan oleh pria yang belum diketahui indentitasnya, yang masuk kekontrakanya di Kelurahan Sukajaya, Kecamatan Sukarami Palembang, Jum’at (27/10) sekitar pukul 05.00.

Berita Sejenis
1 daripada 26

Akibat kejadian tersebut, dirinya pun mengalami trauma dan rasa takut atas  peristiwa yang telah dialaminya.

Tak terima dengan apa yang telah dialaminya. Dirinya pun mendatangi ruang Sentra Pelayana Kepolisian Terpadu (SPKT) Polresta Palembang guna untuk melaporkan kejadian yang telah dialaminya.

Dari informasi yang didapat petugas piket SPKT Polresta Palembang, DA (korban,red) menceritakan. Sebelum kejadian nahas yang terjadi, dirinya terbangun dari tidur. “ Saya bangun karena hendak ke kamar mandi untuk membuang air kecil Pak,” katanya kepada petugas.

Setelah itu, sambung mahasiswi di salah satu Perguruan Tinggi Swasta (PTS) yang ada di kota Palembang ini dirinya langsung menuju kekamar tidurnya dan berbaring. Betapa terkejutnya korban saat berbaring tiba-tiba pelaku yang menggunakan penutup setengah wajah langsung menyekap mulut korban sambil menodongkan senjata tajam (sajam) berupa gunting kearah lehernya.

“ Saya ditodongkan gunting Pak, sambil pelaku berteriak akan membunuh saya apabila berteriak saat memperkosa saya.” Terangnya.

Diakuinya, kalau kedua tangannya diikat kebelakang oleh pelaku dengan menggunakan sarung bantal, lanjutnya. Lalu pelaku pun bercerita kepada korban kalau dirinya mempunyai kelainan, selain berhubungan badan. Dengan cara apa untuk mengeluarkan cairan (sperma) lalu korban pun menjawab tidak tahu.

“ Dia (pelaku,red) langsung menurunkan celananya dan kemudian mengeluarkan alat kelaminnya dan memaksa saya untuk mengemutnya Pak.” Jelasnya.

Dibawah ancaman senjata tajam, dan khawatir akan keselamatan dirinya. Korban pun dengan terpaksa melakukan apa yang diperintahkan oleh pelaku untuk mengemut kemaluannya “ Ya, saya terpaksa Pak. Karena diancam kalau tidak saya akan dibunuhnya Pak.” Ungkapnya.

Masih dikatakannya, setelah selesai. Pelaku pun langsung meninggalkan koran didalam kamar dan mengunci pintu kamarnya. “ Dia sepertinya masuk dari jendela kamar Pak, karena pada saat itu jendelanya terbuka. Dan keluarnya saya tidak tahu lewat mana karena saya dikunci dari dalam kamar,” akunya.

Ia menambahkan, kalau dirinya ditolong oleh teman Bella sesama kosannya. “ Saya berterik Pak, dan didengar oleh dia (BL) yang kemudian langsung menolong saya dan membuka ikatan sarung bantal dari kedua tangan saya  Pak,” ujarnya.

Dirinya pun berharap, dengan adanya laporan yang ia buat. Petugas dapat menangkap pelaku yang telah melakukan pencabulan terhadap dirinya. “ Saya berharap, petugas dapat menangkap pelakunya Pak, karena kalau belum ditangkpa saya takut dia akan kembali lagi,” harapnya.

Sementara, Kasat Reskrim Polresta Palembang Kompol Yon Edi Winara membenarkan kalau pihaknya telah menerima laporan dari korban dengan dugaan pencabulan. “ Laporannya sudah kitaterima, dan secepatnya akan kita proses, kita juga akan meminta keterangan dari saksi,” singkatnya. Korankito.com/CR2/Depe

AN