Asik Telpon Ibu, Ponsel Yuli Ditarik Jambret

Pihak SPK Polresta, Identifikasi dan piket Reskrim saat melakukan olah TKP terjadinya jambret. Foto/cr2

Palembang- Nasib apes dialami Maisan Yulinasari alias Yuli (20). Sebabnya, ia harus kehilangan ponsel kesayangannya setelah ditarik kawanan jambret di Jalan Jaya VII, Kelurahan Lematang, Kecamatan SU II Palembang, Minggu (29/10) siang.

Akibat kejadian itu, wanita yang tinggal di Rusunawa Jalan Kasnariansyah, Kecamatan IT I Palembang ini mendatangi Mapolresta Palembang untuk membuat laporan peristiwa yang dialaminya tersebut.

Berita Sejenis

Kakak-Beradik ‘Bonyok’ Diamuk Massa

Muhammad Ali Diciduk Polisi

1 daripada 46

Kepada petugas kepolisian, korban mengatakan kejadiannya berawal ketika hendak pergi bersama temannya dan menunggu di tempat kejadian perkara (TKP). Namun, dikarenakan terlalu lama menunggu, ia memutuskan untuk menghubungi ibu kandunya.

“Saya keluarkan telpon, dan menghubungi ibu. Mau memberikan kabar kepadanya, kalau akan pergi dengan teman,” ujar korban saat memberikan keterangan kepada petugas kepolisian Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polresta Palembang.

Saat asik mengobrol tersebut, datang dua orang pelaku dari arah belakang yang mengendarai sepeda motor dan langsung merampas ponsel yang digunakannya. “Saya langsung teriak jambret, dan warga sekitar datang. Tapi mereka keburu kabur,” ungkap Yuli.

Yuli menyebutkan, dua orang pelaku yang merampas ponselnya menggunakan sepeda motor matic. “Saya berharap pelaku cepat ditangkap dan ponsel saya kembali lagi. Karena didalamnya, banyak data-data penting dan nomor ponsel,” jelasnya.

Sementara,  Kasat Reskrim Polresta Palembang Kompol Yon Edi Winara melalui KA SPK Ipda Abdul Wahab mengatakan, setelah mendapatkan laporan dari korban. Pihaknya bersama Unit Identifikasi dan Piket Reskrim Polresta Palembang langsung melakukan olah TKP.

” Ya,  adanya laporan dari korban.  Kita langsung melakukan olah TKP.  Atas kejadian tersebut korban mengalami kehilangan satu unit ponsel merek Vivo V5 plus yang ditafsir seharga Rp5,5 juta. Kita akan lakukan penyelidikan, secepatnya pelaku akan kita tangkap, ” singkatnya. Korankito.com/CR2/depe

AN