Tagih Uang Kredit, Pasutri Malah Dikeroyok Satu Keluarga

Yesi dan suaminya Latif saat membuat laporan di SPKT Polresta Palembang, Jumat (27/10). Foto/cr2

Palembang- Nasib malang menimpa Yesi Martareza (19) bersama sang suami Latif. Ia harus mengalami luka memar di sekujur tubuh, usai dikeroyok saat menagih uang kreditan barang kepada terlapor.

Tak terima hal tersebut, kedua korban pun mendatangi Mapolresta Palembang, Jum’at (27/10) sekitar pukul 13.00, untuk melaporkan EM alias GL dan kedua anaknya AA serta AI, atas tuduhan pengeroyokan.

Berita Sejenis

Arisan ‘Online’ Kembali Makan Korban

Melawan, Sumito Ditembak Kawanan Perampok

Dua Pengeroyok Oknum Polisi Diringkus

1 daripada 14

Kepada petugas piket Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polresta Palembang, korban mengatakan kejadiannya terjadi Rabu, (25/10) malam di sekitar rumah terlapor Jalan Panca Usaha, Kecamatan SU I Palembang.

Dikatakan Yesi, saat itu ia ditemani suami dan saksi Hikmah Muhibah (32) mendatangi rumah EM untuk menagih uang kreditan barang kepada terlapor yang masih menunggak. “Tapi, pas saya tagih di seperti tidak senang,” ungkapnya.

Ia menyebutkan, tak hanya itu, terlapor EM langsung memukulinya. “Dia dan kedua anaknya langsung memukuli saya pak. Akibatnya saya luka lecet dan lebam,” ujar warga Jalan KH Wahid Hasyim, Lorong Sementara, Kelurahan 3-4 Ulu, Kecamatan SU I Palembang ini.

Yesi Martareza (19) bersama suaminya Latif, harus mengalami luka memar setelah dikeroyok oleh ER alias GL dan kedua anaknya AI serta AA.

Dirinya berharap dengan adanya laporan ini, pelaku cepat ditangkap. “Saya tidak senang dengan perbuatan dia dan minta dia segera ditangkap untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya,” tambah Yesi.

Sementara Kasat Reskrim Polresta Palembang Kompol Yon Edi Winara melalui KA SPK Ipda Abdul Wahab membenarkan kalau pihaknya telah menerima laporan dari korban dengan dugaan Pengeroyokan.

” Laporannya sudah kita terima,  selanjutnya akan kita limpahkan ke Satreskrim guna untuk ditindaklanjuti, atas kejadian tersebut korban mengalami luka lebam serta lecet dan korban juga sudah kita minta untuk melakukan visum,” pumgkasnya. Korankito.com/CR2/depe

AN