Dubes Australia Bakal Hadiri Groundbeaking IPAL Sel Selayur

Sekretaris Daerah Kota Palembang Harobin Mastofa. Foto/rika

Palembang – Lahan untuk pembangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) skala perkotaan di Sei Selayur dipastikan sudah tidak ada kendala lagi, dimana masyarakat yang sebelumnya tinggal di lahan seluas 5,7 Ha tersebut, kini sudah direkolasi ke tempat lain. Terkait ini, Sekretaris Daerah Kota Palembang, Harobin Mastofa memastikan, groundbreaking diagendakan bakal dilangsungkan 2 November mendatang. Bahkan rencananya groundbreaking ini juga akan dihadiri oleh Duta Besar Australia untuk Indonesia.

Menurut Harobin, Kota Palembang cukup beruntung. Sebab, Australia memberikan hibah murni. Seperti diketahui, Palembang mendapatkan hibah dana Rp 500 miliar dari Kedutaan Australia Untuk pembangunan ini. Meski dana tersebut masih belum mencukupi dari total dana yang dibutuhkan dalam pembangunan IPAL ini, namun Pemkot Palembang akan menggunakan dana APBD dan APBN untuk menutupi kekurangannya.

Berita Sejenis

Kemajuan IT Muba Terdepan Di Sumsel

Sumsel Smart And Care Resmi Dilaunching

1 daripada 11

“Dana yang digunakan dalam pembangunan ini murni hibah dari Kedutaan Australia bukan pinjaman. Tapi, karena total nilai pembangunan ini membutuhkan dana Rp 1,2 triliun maka bisa menggunakan APBD dan APBN,” ungkapnya, Kamis (26/10).

Ia menjelaskan, tahap awal ini Pemkot bakal memasang 22 ribu sambungan dengan perkiraan pipa distribusi sepanjang 8 kilometer, yang mana pembangunan ini bakal memakan waktu yang cukup panjang. Sebab, pihaknya harus memasang pipa sepanjang 170 kilometer yang akan dipasang di tengah ramainya rumah-rumah penduduk.

“Seperti dapat dilihat di sepanjang aliran Sungai Musi, sanitasi warga masih jauh dari yang diharapkan. Masih ada yang buang air besar langsung ke sungai, atau jika pun ada WC namun belum ada septi tanknya,” tukasnya.

Diketahui,  IPAL ini diperuntukan untuk wilayah Palembang bagian timur yaitu Ilir Timur (IT) I, IT II, IT Tiga dan Kalidoni. “Kota Palembang terpilih mendapatkan hibah ini karena 96,07 persen warganya telah memiliki akses air bersih serta memiliki komitmen tinggi dalam meningkatkan sanitasi terkait dengan penanganan drainase, limbah dan sampah,” pungkasnya.

Sementara itu, Tim Leader Construction Management Consultant KIAT, Ronald Van De Kuilland menerangkan, target pembangunan ditentukan pada 2022, semua pengerjaan selesai. Tahap awal ini pematangan lahan, kemudian 2019 baru dimulai konstruksi. “Prosesnya 2018 ini kita lakukan pelelangan pembangunan. Kemudian 2019 kita mulai konstruksi. Saat ini kita harus lakukan pematangan lokasi,” imbuhnya.

Menurutnya, pematangan lokasi ini perlu karena ada tanah yang amblas jadi harus ditimbun, butuh compress lahan ini supaya maksimal. Waktu maksimal yang bakal digunakan yakni 1 tahun, tapi kalau manual 7 tahun. IPAL ini, lanjutnya, dibuat dengan kapasitas 22 ribu sambungan rumah tangga. Hanya saja untuk tahap awal 18 ribu sambungan terlebih dulu. Nantinya, limbah akan disedot dari septic tank rumah tangga. Kemudian baru diolah diinstaslasi dan alirkan ke Sungai Musi dalam bentuk air yang bersih

“Kita gunakan metode preprevented vertical drain. Ini sudah ada digunakan di kota lain seperti Semarang 25 tahun lalu. Untuk Palembang nantinya, IPAL ini dialirkan ke Sungai Musi bukan limbah lagi. Tapi air dalam keadaan bersih,” pungkasnya. Korankito.com.rika/ria

AN