Tak Sesuai Ekspektasi, Widodo Bakal Copot Jabatannya

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumsel Widodo. Foto/ejak

Palembang – Dalam mewujudkan pendidikan yang bermutu, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Sumatera Selatan (Sumsel) Widodo menargetkan Juni 2018 mendatang sudah ada beberapa Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) yang mengimplementasikan Kurikulum Cambridge.

 

Widodo menilai program dalam kurikulum tersebut memberikan beberapa keunggulan bagi lulusannya, diantaranya fasih berbahasa Inggris, berkesempatan kuliah di kampus ternama di dunia, memiliki wawasan internasional serta mencicipi pendidikan yang lebih modern. Sebab, kurikulum internasional yang ditawarkan Cambridge tetap memperhatikan aspek kelokalan Indonesia.

 

Berita Sejenis
1 daripada 4.036

Menurutnya, ada kewajiban sekolah yang (katanya) berlabel unggulan untuk menunjukkan keunggulannya. “Jika Juni tahun depan tidak menjadi sekolah Cambridge, maka akan saya copot nama unggulannya atau kepala sekolahnya yang dicopot,” tegasnya, Kamis (26/10).

 

Diakuinya, beberapa sekolah yang menjadi sorotannya saat ini ialah SMAN 1 dan SMAN 17 Palembang, sebab ia menilai sekolah tersebut sudah layak menjadi sekolah yang berkelas internasional dengan daya dukung dari finansial orangtua siswanya. “Saya ingin sekolah (katanya) unggulan di Sumsel masuk ke dalam jajaran sekolah unggulan di dunia,” harapnya.

 

Di Sumsel, lanjut Widodo, untuk sekolah negeri baru SMAN Sumsel yang mengimplementasikan kurikulum tersebut. Maka dari itu, ia mengimbau agar sekolah yang memang sudah siap secara finansial dan sumber daya manusia (SDM) agar dapat belajar dari SMAN Sumsel untuk menjadi sekolah yang menerapkan kurikulum tersebut.

 

“Kalau ada kendala segera bicarakan. Jangan gengsi. Kalau diam saja saya tidak tahu dimana yang perlu Disdik bantu. Kalau memang secara finansial sekolah itu tidak mampu, ya bilang saja. Saya tidak akan marah. Sebab untuk menjadi sekolah Cambridge memang berlu dana,” jelasnya.

 

Sementara itu, Kepala SMAN 1 Palembang saat dikonfirmasi Koran Kito perihal penerapan Kurikulum Cambridge ini mengatakan, pihaknya saat ini sedang melakukan pelatihan dan dibina langsung oleh SMAN Sumsel untuk dapat segera mewujudkannya.

 

“Saat ini kita masih merancangnya. Paling tidak tahun ajaran 2018/2019 baru bisa kita terapkan. Kita juga sudah mengajak sekolah lainnya seperti SMAN 3 dan SMA 17 Palembang serta SMAN 3 Kayuagung,” pungkasnya. (korankito.com/ejak)

 

AN